Pencegahan HIV/AIDS Bukan dengan Kondom!

JAKARTA–Kebijakan penggunaan kondom dalam menanggulangi penyebaran human immuno virus (HIV) dan acquired immuno deficiency syndrom (AIDS), menuai reaksi penolakan. Pasalnya, hal tersebut justru dinilai akan mendorong perilaku seks bebas, terutama di kalangan generasi muda.

Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Deni Wahyudi Kurniawan, mengatakan, pencegahan penularan virus itu seharusnya dilakukan melalui sex education. Dengan demikian, masyarakat, terutama generasi muda menjadi paham mengenai bahaya dari perilaku seks bebas. ”Jadi yang harus dikedepankan adalah sex education-nya, bukan penggunaan kondomnya,” tegas Deni kepada Republika, Senin (30/11).

Baca lebih lanjut

Tahanan Wanita di Penjara Israel Mengalami Tindak Kekerasan Terorganisir

Gaza – Infopalestina: Kementerian Tahanan Palestina menyatakan bahwa wanita Palestina, terutama mereka yang ada di dalam penjara Zionis Israel terus mengalami tindak kekerasan terorganisir dari pihak penjajah Zionis Israel.

Apa yang dialami seorang ibu Palestina, Ummu Wisam Dofash, adalah contoh paling anyar. Ini bukan yang pertama, dan juga tidak akan menjadi yang terakhir korban tindak kekerasan yang dilakukan penjajah Israel. Ummu Wisam Dofash mengalami serangan pemukulan, pelecehan, cacian, dihina dan penahanan dari serdadu Israel karena menolak untuk menanggalkan pakaiannya setelah dihentikan oleh serdadu Israel ketika kembali ke rumahnya di pos pemeriksaan di pintu masuk ke jalan Syuhada di pusat kota Hebron.

Hampir setiap hari para perempuan Palestina menjadi sasaran serangan kekerasan oleh serdadu Israel di pos-pos perlintasan militer Zionis Israel yang tersebar banyak seluruh penjuru wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel. Masih segar dalam ingatan kita bagaimana nasib perempuan Palestina yang diserang seekor anjing polisi yang dibawa para serdadu Israel, yang menyambar tangannya dengan buas.

Baca lebih lanjut

Israel Lakukan Serangan ke Gaza di Hari Pertama Idul Adha

Gaza – Infopalestina: Empat warga Palestina mengalami luka-luka akibat serangan udara Israel kemarin jumat (27/11) dekat kuburan Syuhada timur Jabalia, utara Jalur Gaza.

Dr. Muawiyah Husnain, kepala UGD di Depkes Palestina kepada Infopalestina menegaskan, pesawat Israel dan tank-tanknya menyerang warga Palestina yang hendak ziarah ke kuburan keluarga mereka. Akibatnya, empat dari mereka luka-luka.

Ia menambahkan, tim ambulan mengevakuasi korban luka ke RS Asy-Syahid Kamal Udwan di Betlahia, dua di antara korban mengalami luka berat.

Warga Palestina di Jalur Gaza seperti biasa yang mayoritas Muslim setelah menunaikan shalat Idul Adha kemarin mereka berziarah ke kuburan keluarga mereka, kuburan Syuhada di timur Jabalia, salah satu kuburan utama di Jalur Gaza. (bn-bsyr)

Sumber: HatiBening.com

Kontroversi Film 2012: Antara Fakta dan Mitos (Tamat)

Salah satu sebab bencana besar yang terjadi menimpa Bumi, seperti yang diperlihatkan oleh film 2012 dan juga film Knowing adalah meningkatnya aktivitas debu matahari di tahun tersebut. Hal ini sesuai dengan ramalan bangsa Maya yang ribuan tahun silam telah menyatakan jika mendekati tahun 2012, aktivitas debu matahari akan meningkat dan medan panasnya akan berimbas pada pemanasan iklim planet-planet di dekatnya termasuk Bumi. Apakah badai matahari ini benar?

Ternyata, peningkatan badai matahari atau ada yang menyebutnya sebagai Tsunami Matahari adalah benar adanya. Banyak lembaga penelitian independen maupun yang dikelola pemerintah telah mengkonfirmasi hal ini.

LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) menyatakan jika pihaknya telah memantau fenomena 2011-2012 terkait peningkatan aktivitas badai matahari sejak tahun 1975, sedangkan dunia internasional telah melakukan hal itu sejak 1960-an. Prediksi peningkatan badai matahari yang berpuncak pada tahun 2011-2012 tersebut didasarkan pada pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di berbagai negara maju.

Baca lebih lanjut

Kemah VVIP di Arafah Terendam

Kemah VVIP di Arafah Terendam

(ANTARA)

Sejumlah mobil terjebak banjir di kawasan Bahrah, perbatasan Jeddah-Makkah, Rabu (25/11). Hujan yang turun di kawasan Jedah, Mekkah serta Mina dan Arafah sempat mengganggu perjalanan calon haji ke Arafah

PADANG ARAFAH–Rombongan pejabat tinggi negara termasuk Menteri Agama, Suryadharma Ali, Tim Komisi VIII DPR, DPD dan KPK menunda jadwal keberangkatan dari Mekah ke Padang Arafah, dari Rabu malam menjadi Kamis (26/11) pagi. Pasalnya, sebagian kemah yang akan dihuni tamu VVIP rusak atau basah karena hujan lebat Rabu (25/11) siang kemarin.

Jemaah calon haji Indonesia yang sedang berada di Mekah, sebagian akhirnya juga meninggalkan Kota Suci itu menuju Arafah pada Rabu malam hari dan sebagian lagi mengikuti imbauan Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPHI) untuk menunda keberangkatannya ke Padang Arafah Kamis pagi ini.

Saat berita ini ditulis, seluruh jemaah haji Indonesia yang akan berwukuf sudah berada di Padang Arafah.

Baca lebih lanjut

Mari, Berkurban Sesuai Syariat

TUNTUNAN

Yusuf Assidiq

Cermat memilih hewan kurban sangat ditekankan Rasulullah.

 

Ketika tiga jamaah haji dari seantero dunia wukuf di Arafah, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha, yang jatuh pada 27 NoVember, besok. Pada hari raya ini, umat Islam yang mampu secara ekonomi disunahkan untuk melaksanakan salah satu perintah agama, yakni berkurban dengan menyembelih hewan ternak.

Menjelang Idul Adha tiba, umat Muslim yang berniat berkurban mencari hewan ternak berupa kambing, sapi, domba atau unta. Para pedagang hewan ternak pun tak kalah sibuk, menjual dan memasarkan hewan kurban dengan harga dan ukuran yang bervasiasi.

Banyaknya pilihan mengharuskan umat Islam yang akan berkurban untuk cermat dalam memilih hewan kurban. Kesehatan hewan kurban menjadi faktor penting. Ini mengingat, Islam sangat menekankan aspek  thayyib sebelum mengonsumsi makanan, termasuk daging hewan kurban.

Rasulullah SAW telah pula mewanti-wanti masalah tersebut. Nabi menyatakan hewan kurban yang baik adalah yang sehat, gemuk, cukup umur dan jantan.  Sementara dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, at-Tirmizi dan Ibn Majah, Nabi menetapkan sejumlah kriteria hewan yang tak boleh dikurbankan.

Baca lebih lanjut

Kornet Daging Kurban, Bolehkah?

FATWA


Dyah Ratna Meta NoviaDaging kurban boleh dikornetkan untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar.

Menjelang Idul Adha, sejumlah lembaga amil zakat (LAZ) di Tanah Air menawarkan program kurban dan bentuk kornet. Tujuannya  agar daging yang umumnya hanya tahan  hingga tiga hari,  bisa terus digunakan sebagai asupan gizi hingga tiga tahun ke depan. Sehingga, daging kurban tak mubazir.

Mengemas daging kurban dalam kornet dilakukan di era modern dengan berbagai pertimbangan. Apalagi, Indonesia merupakan kumpulan ribuan pulau yang sangat rawan terjadinya bencana. Selain itu, rendahnya pendapatan masyarakat, terutama di kawasan, pelosok, membuat kasus busung lapar masih kerap ditemui di berbagai daerah.

Daging hewan kurban dalam bentuk kornet diharapkan bisa membantu meringankan masalah tersebut. Pemanfaatan daging kurban yang dikemas dalam bentuk kornet dinilai mampu menerapkan fungsi sosial yang menjadi salah satu fungsi hakiki ibadah kurban.  Tanpa melalui teknologi pengawetan modern, daging kurban tak mampu membantu korban bencana dan kasus kelaparan yang bisa terjadi setiap saat.

Baca lebih lanjut