Feminis Italia Sebut Nabi Pedofil

Feminis Italia Sebut Nabi Pedofil

MILAN–Aktivis gender dan mantan anggota parlemen dari kelompok sayap kanan Italia, Daniela Santanche, telah menimbulkan kontroversi karena menyebut Nabi Muhammad sebagai seorang “poligamis dan pedofil” dalam sebuah  acara debat di siaran TV. Santanche muncul dalam program TV yang ditayangkan siaran komersial Canale 5 dan berdebat dengan presiden Islamic Centre Milan, Ali Abu Schwaima, akhir pekan kemarin.

“Muhammad itu poligamis dan pedofil karena dia punya sembilan istri, dan salah satu istrinya berusia 9 tahun, dan itu merupakan fakta sejarah,” kata Santanche.

Santanche merupakan mantan ketua partai post fasis Nationale Alliance, dan sekarang memimpin partai ekstrem kanan La Destra.

Perkataan Santanche tersebut telah memicu kemarahan Schwaima dan penonton Muslim, yang diundang untuk berpartispasi dalam debat tentang boleh tidaknya memasang salib di kelas-kelas Italia setelah hal itu dilarang oleh Pengadilan Eropa perihal hak-hak kemanusiaan. “Mengapa kita tidak bicara tentang hal-hal serius, bukan seperti komentar-komentar Anda yang memuakkan itu,” seru Schwaima pada Santanche.

Santanche balas membentak, “Bagi kami, Muhammad adalah seorang pedofil.”

Baca lebih lanjut

Kamp Guantanamo Tak Jadi Ditutup 2010

Nasib para tahanan di kamp penjara Guantanamo suram karena tidak jelas kapan AS akan menutup penjara yang dijadikan tempat penyiksaan dan pelecehan para tersangka teroris.

Presiden AS Barack Obama yang menjanjikan akan menutup kamp Guantanamo pada Januari 2010, menarik ucapannnya dan mengatakan bahwa pemerintahannya tidak bisa memenuhi target penutupan kamp penjara yang terletak di Teluk Guantanamo, Kuba itu.

“Target kami untuk menutup Guantanamo bakal meleset,” kata Obama dalam sebuah siaran di stasiun televisi NBC.

Obama menyatakan, ia tidak akan menentukan tenggat waktu baru bagi penutupan kamp penjara itu dan hanya menjanjikan bahwa kamp tersebut pasti akan ditutup. Itu artinya, nasib sekitar 200 orang tahanan yang masih berada di penjara tersebut, masih terkatung-katung.

Baca lebih lanjut