Kornet Daging Kurban, Bolehkah?

FATWA


Dyah Ratna Meta NoviaDaging kurban boleh dikornetkan untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar.

Menjelang Idul Adha, sejumlah lembaga amil zakat (LAZ) di Tanah Air menawarkan program kurban dan bentuk kornet. Tujuannya  agar daging yang umumnya hanya tahan  hingga tiga hari,  bisa terus digunakan sebagai asupan gizi hingga tiga tahun ke depan. Sehingga, daging kurban tak mubazir.

Mengemas daging kurban dalam kornet dilakukan di era modern dengan berbagai pertimbangan. Apalagi, Indonesia merupakan kumpulan ribuan pulau yang sangat rawan terjadinya bencana. Selain itu, rendahnya pendapatan masyarakat, terutama di kawasan, pelosok, membuat kasus busung lapar masih kerap ditemui di berbagai daerah.

Daging hewan kurban dalam bentuk kornet diharapkan bisa membantu meringankan masalah tersebut. Pemanfaatan daging kurban yang dikemas dalam bentuk kornet dinilai mampu menerapkan fungsi sosial yang menjadi salah satu fungsi hakiki ibadah kurban.  Tanpa melalui teknologi pengawetan modern, daging kurban tak mampu membantu korban bencana dan kasus kelaparan yang bisa terjadi setiap saat.

Dengan teknologi pengolahan dan pengemasan yang aman, sejumlah lembaga amil zakat, mulai mengelola potensi daging kurban tersebut sebagai cadangan pangan yang bisa disalurkan lebih tepat dengan jangkauan yang lebih luas. Untuk menjaga kehalalannya,  daging hewan kurban  itu diolah dengan proses  sesuai syariah dan modern.

Bagian yang diawrtkan dalam bentuk kornet hanyalah dagingnya. Lalu dikemanakan sisanya?  Sejumlah lembaga amil zakat, membagikan bagian kepala, kaki, kulit dan jeroannya  untuk masyarakat fakir miskin. Pada awalnya, Rasulullah SAW sempat melarang para sahabat untuk memamakan daging kurban setelah tiga hari.

Aisyah RA berkata, “Dahulu kami biasa mengasinkan (mengawetkan) daging udhiyyah (qurban)sehingga kami bawa kepada Nabi di Madinah, tiba-tiba Nabi SAW bersabda, ”Jangan makan daging kurban kecuali hanya tiga hari.” Tetapi larangan ini bukan mengharamkan, melainkan agar banyak orang miskin yang mendapat bagian daripadanya.  Wallahu a’lam.  (HR. Bukhari-Muslim).

Lalu, Rasullah SAW memperbolehkan untuk menyimpan atau mengawetkan daging kurban.  Jabir bin Abdullah RA berkata; Dulu kami tak makan daging kurban lebih dari tiga hari di Mina, kemudian Nabi SAW mengizinkan dalam sabdanya, ”Makanlah dan bekalilah dari daging kurban.” Maka kami pun makan dan berbekal. (HR Bukhari Muslim).

Dalam hadis lainnya, Salamah bin al-Akwa, berkata: Nabi SAW bersabda, ”Siapa yang menyembelih kurban maka jangan ada sisanya sesudah tiga hari di rumahnya walaupun sedikit. Tahun berikutnya orang-orang bertanya: Ya rasulullah apa kami harus berbuat seperti tahun lalu?  Nabi SAW menjawab, ”Makanlah dan berikan kepada orang-orang dan simpanlah sisanya. Sebenarnya, tahun lalu banyak orang yang menderita kekurangan akibat paceklik, maka aku ingin kalian membantu mereka.”

Sampai sekarang masih ada pertanyaan dari sebagian umat Islam mengenai boleh tidaknya daging kurban dikemas dalam kornet. Menanggapi pertanyaan itu,  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, mengungkapkan,  daging kurban boleh dikornetkan untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar.

“Pada era modern ini, daging kurban itu jumlahnya banyak sekali. Sehingga tidak bisa dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan pada saat berlangsungnya Hari Raya Idul Adha saja. Oleh karena itu, supaya daging kurban awet dan tidak mubazir boleh dikemas dalam bentuk kornet atau didendeng, sehingga bisa diberikan kepada orang yang membutuhkan pada hari lain,” ungkap Kiai Ma’ruf.

Namun hal yang perlu diperhatikan, ujar Kiai Ma’ruf, daging kurban yang dikornetkan tersebut harus dipotong atau disembelih pada saat Hari Raya Idul Adha maupun hari tasyrik.  Nabi Muhammad juga pernah bersabda, “Semua hari tasyrik  (11, 12, 13 Zulhijjah) adalah waktu untuk menyembelih Kurban.” (HR: Ahmad dan Ibnu Hibban)

Sedangkan, pemanfaatannya bisa dilakukan pada di luar hari-hari tersebut. MUI membolehkan daging kurban, mengingat manfaatnya lebih besar dari pada mudharatnya. Sebab kornet bisa bertahan dalam jangka panjang.  Selain itu, daging yang kurban yang dikornetkan juga perlu memperhatikan proses  penyembelihan hingga pengkornetan daging kurban agar benar-benar sesuai dengan syariat Islam.

Di sejumlah tempat, sebenarnya daging kurban tidak hanya diolah dalam bentuk kornet, tapi ada juga yang diolah dalam bentuk dendeng maupun abon serta bentuk-bentuk lainnya yang lebih bermanfaat dan tahan lama. Allah SWT juga mengingatkan kepada umatnya untuk selalu makan dari yang baik-baik, sebab apa yang kita makan itu bisa mempengaruhi kesehatan tubuh maupun pikiran.

Dalam Alquran, surat al-Baqarah ayat 172, Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada Allah kamu menyembah.” ed: heri ruslan

(-)

Sumber: Republika Online

2 thoughts on “Kornet Daging Kurban, Bolehkah?

  1. Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,
    Tanpa terasa, untuk sekali lagi, Idul Adha telah berlalu dari hadapan kita.
    Idul Adha…
    Simbol pengorbanan ikhlas dari seseorang untuk sesuatu yang dicintainya.
    Gema perjuangan baru setelah menjalani kita simulasi perjuangan di bulan Ramadhan.
    Sebuah momentum awal, untuk kesekian kalinya, guna mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

    Sekarang, mari kita renungkan sejenak,
    Sudahkah kita mengorbankan ego diri kita untuk memperbaiki keadaan umat?
    Sudahkah kita mengorbankan kepentingan dunia kita untuk memenuhi kebutuhan akhirat?
    Sudahkah kita mengorbankan kehidupan maksiat kita untuk kembali memperjuangkan syariat?
    Sudahkah kita mengorbankan sebagian rizqi yang telah diberikan kepada kita untuk bersyukur atas segala nikmat?

    Ingat saudaraku,
    maut dapat menjemput kita dimanapun dan kapanpun,
    seperti kita lihat telah dialami oleh hewan-hewan ternak ketika Idul Adha.
    Untuk itu, apabila kita belum mewujudkan rasa syukur kita,
    MARI KITA “BERKURBAN” SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA SEKARANG JUGA!

    Ketahuilah saudaraku,
    The man who seeks the world
    will get nothing except fading shadows.
    But…
    The man who walks the path of heaven
    will rule over everything.
    yang intinya, gunakanlah duniamu untuk akhiratmu!

    Selamat hari raya Idul adha.
    Semoga Allah memberikan keikhlasan dan kekuatan kepada kita untuk berkurban.
    Dan semoga setiap pengorbanan yang kita lakukan dibalas dengan sebaik-baiknya.

    Mohon maaf jika ada perkataan yang salah atau kurang berkenan.
    Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya, jazakallah.

    Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    http://eramuslim.com/nasihat-ulama/ustadz-fathuddin-ja-far-meneladani-konsep-pembangunan-nabi-ibrahim.htm
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/24/tunduk-dan-berkorban-demi-tegaknya-syariah-dan-khilafah/
    http://muslim.or.id/

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

  2. apa hukumnya mengawetkan daging kurban diluar waktu qurban, kenapa hukunya…….bagaimana dasar hukum yang diambil dengan metode apa suautu hukum itu diambil……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s