Buang Jimat Untuk Hindari Gangguan Jiwa

JAKARTA — Jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci diminta untuk menanggalkan semua jimat beraroma syirik yang dimilikinya. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari gangguan jiwa yang biasanya diderita pemilik jimat ketika di Tanah Suci.

Demikian dikatakan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan, Dr Firdaus Yusuf Rusdi, saat dimintai tanggapannya mengenai banyaknya jamaah haji Indonesia yang mengalami gangguan jiwa di Tanah Suci. Menurut dia, jamaah yang memiliki jimat, biasanya memang akan mengalami gangguan jiwa ketika berada di Mekah ataupun Madinah.

”Tapi kalau sudah keluar (dari Mekah atau Madinah), mereka sembuh dengan sendirinya,” ujar Firdaus.

Firdaus menjelaskan, fenomena itu diketahuinya berdasarkan pengalamannya memimpin petugas kesehatan jiwa para jamaah haji selama empat tahun. Setiap tahun, imbuh dia, ditemukan sekitar 20 jamaah haji pengguna jimat yang akhirnya mengalami gangguan jiwa. ”Itu bukan tergolong kelainan jiwa secara medis,” kata Firdaus.

Baca lebih lanjut

Kala Shubuh Kita Lebih Awal

Jika kita perhatikan sekarang ini, waktu shalat Shubuh kita di beberapa bagian—terutama di bagian Barat Indonesia, jatuh sekitar jam 04.00 pagi. Ini mungkin baru terjadi dalam kurun waktu yang lama sekali. Sebelumnya, selama bertahun-tahun, kita melaksanakan Shalat Shubuh pada jam 05.00 kurang atau paling tidak, pukul 04.30 pagi. Mengapa?

Ibrahim bin Adham mengatakan bahwa jika ingin melihat kebangkitan Islam, maka lihatlah Shalat Shubuh di masjid-masjid. Maksudnya, Islam akan kembali bangkit dan menemukan zaman keemasannya jika jamaah Shalat Shubuh di masjid sama banyaknya dengan jamaah shalat Jumat.

Kita sudah tahu bahwa dalam shalat Jumat, berlepas dari banyak juga yang tidak melakukannya, tetapi masjid-masjid jamie selalu penuh. Orang-orang menghentikan sejenak aktivitasnya. Di waktu shalat-shalat lainnya, masjid kembali ke “habitat”-nya semula: sepi dan hanya paling tidak, di sebagian besar masjid, hanya mempunyai jamaah tiga atau empat shaff. Itupun ketika Maghrib dan Isya saja. Shalat

Baca lebih lanjut