Ketiga Karyawati RSMI Mengaku Pasrah

JAKARTA–Ketiga karyawati medis RS Mitra Internasional (RSMI) Jatinegara: Sutiyem, Wiwin Winarsih, dan Suharti mengaku pasrah mengikuti proses pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan. Demikian pengakuan mereka seperti dikutip M. Lutfie, pengacara ketiganya kepada Republika, Kamis (19/11).

M. Lutfie mengatakan, saat ini pihaknya akan menjalani tahapan-tahapan penyelesaian masalah ini yang mengarah pada berakhirnya status ketiga karyawati tersebut sebagai pekerja di RSMI. “Rencananya besok (20/11) akan ada pertemuan konsiliasi yang difasilitasi Sudinakertrans Pemkot Jaktim, sebagai pengganti pertemuan Selasa (17/11) lalu yang tidak jadi dilakukan,” ucapnya.

Baca lebih lanjut

Berjilbab, Tiga Karyawati RS Mitra Internasional Terancam PHK

JAKARTA — Tiga karyawati RS Mitra Internasional (RSMI) Jatinegara, Jakarta Timur: Sutiyem, Wiwin Winarsih, dan Suharti, terancam kehilangan pekerjaannya. Ini lantaran mereka bersikukuh mengenakan pakaian yang menutup hijab sebagai Muslimah.

Menurut Sutiyem, pihak RSMI telah mengeluarkan surat peringatan ketiga  pada 26 Agustus lalu. “Sekarang, saya dan dua teman saya dalam proses pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan,” tuturnya kepada Republika, Rabu (18/11).

Sutiyem mengatakan, sebelum surat itu dikeluarkan, pihak manajemen RSMI menawarkan pengunduran diri bagi dirinya dan kedua kawannya. Menurutnya, dia juga mengaku ditawari sejumlah uang pesangon bila mengundurkan diri. Sutiyem dan dua orang lainnya menolak, lalu keluarlah surat peringatan kedua. Sutiyem melanjutkan, pihak perusahaan dan serikat pekerja lalu mengadakan pertemuan dan menyuruh ketiga orang tersebut memilih jalan pengadilan atau bipartit untuk menyelesaikan masalah. “Saya menolak mengundurkan diri walaupun ada pesangon karena itu bukan tujuan kami,” tuturnya.

Baca lebih lanjut

Israel Perluas Permukiman

Sebanyak 900 unit rumah akan didirikan.

WASHINGTON — Israel kembali berulah. Kali ini ulahnya yang merencanakan pembangunan 900 unit rumah tinggal di Yerusalem Timur membuat sekutu abadinya, Amerika Serikat (AS), panas.

”Kami telah putus asa. Israel telah membuat usaha kami (untuk menggalang perdamaian) semakin sulit,” kata juru bicara Presiden AS, Robert Gibbs, di Washington, AS, Selasa (17/11) waktu setempat.

Israel, kata Gibbs, telah membuat langkah unilateral yang mendahului negosiasi dengan pihak lain (AS dan Palestina). ”Kami keberatan dengan pembangunan permukiman Yahudi di Yerusalem, termasuk pengusiran dan penghancuran rumah-rumah orang Palestina,” tambah Gibbs.

Pemerintah Inggris pun mengkritisi rencana Israel untuk memperluas permukiman di Gilo, wilayah di Yerusalem Timur, yang sampai saat ini masih dipertanyakan statusnya.

Baca lebih lanjut