Mari, Berkurban Sesuai Syariat

TUNTUNAN

Yusuf Assidiq

Cermat memilih hewan kurban sangat ditekankan Rasulullah.

 

Ketika tiga jamaah haji dari seantero dunia wukuf di Arafah, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha, yang jatuh pada 27 NoVember, besok. Pada hari raya ini, umat Islam yang mampu secara ekonomi disunahkan untuk melaksanakan salah satu perintah agama, yakni berkurban dengan menyembelih hewan ternak.

Menjelang Idul Adha tiba, umat Muslim yang berniat berkurban mencari hewan ternak berupa kambing, sapi, domba atau unta. Para pedagang hewan ternak pun tak kalah sibuk, menjual dan memasarkan hewan kurban dengan harga dan ukuran yang bervasiasi.

Banyaknya pilihan mengharuskan umat Islam yang akan berkurban untuk cermat dalam memilih hewan kurban. Kesehatan hewan kurban menjadi faktor penting. Ini mengingat, Islam sangat menekankan aspek  thayyib sebelum mengonsumsi makanan, termasuk daging hewan kurban.

Rasulullah SAW telah pula mewanti-wanti masalah tersebut. Nabi menyatakan hewan kurban yang baik adalah yang sehat, gemuk, cukup umur dan jantan.  Sementara dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, at-Tirmizi dan Ibn Majah, Nabi menetapkan sejumlah kriteria hewan yang tak boleh dikurbankan.

Baca lebih lanjut

Kornet Daging Kurban, Bolehkah?

FATWA


Dyah Ratna Meta NoviaDaging kurban boleh dikornetkan untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar.

Menjelang Idul Adha, sejumlah lembaga amil zakat (LAZ) di Tanah Air menawarkan program kurban dan bentuk kornet. Tujuannya  agar daging yang umumnya hanya tahan  hingga tiga hari,  bisa terus digunakan sebagai asupan gizi hingga tiga tahun ke depan. Sehingga, daging kurban tak mubazir.

Mengemas daging kurban dalam kornet dilakukan di era modern dengan berbagai pertimbangan. Apalagi, Indonesia merupakan kumpulan ribuan pulau yang sangat rawan terjadinya bencana. Selain itu, rendahnya pendapatan masyarakat, terutama di kawasan, pelosok, membuat kasus busung lapar masih kerap ditemui di berbagai daerah.

Daging hewan kurban dalam bentuk kornet diharapkan bisa membantu meringankan masalah tersebut. Pemanfaatan daging kurban yang dikemas dalam bentuk kornet dinilai mampu menerapkan fungsi sosial yang menjadi salah satu fungsi hakiki ibadah kurban.  Tanpa melalui teknologi pengawetan modern, daging kurban tak mampu membantu korban bencana dan kasus kelaparan yang bisa terjadi setiap saat.

Baca lebih lanjut

Jangan Potong Rambut/Kuku Hingga Qurban Dilaksanakan

Penulis: Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعْرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًاDari Ummu Salamah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabada: ”Apabila telah masuk sepuluh (hari pertama bulan Dzulhijjah), salah seorang di antara kalian ingin berqurban, maka janganlah sedikit pun ia menyentuh (memotong) rambut (bulu)nya dan mengupas kulitnya.”

 

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dalam Musnad-nya no. 25269, Al-Imam Muslim no. 1977, Al-Imam An-Nasa`i, 7 hal. 212, Al-Imam Abu Dawud 3/2793, Al-Imam At-Tirmidzi 3/1523, Al-Imam Ibnu Majah 2/3149, Al-Imam Ad-Darimi no. 1866. (CD Program, Syarh An-Nawawi cet. Darul Hadits)

Baca lebih lanjut