Di Mana Jilbabmu, Saudariku?

Oleh: Tri Susio R.

Dimana Jilbabmu, Saudariku?

Pake baju apa ya hari ini? Begitu kira-kira yang terlintas otomatis di pikiran kita setiap hari. Lintasan pertanyaan seperti itu mungkin bukan hanya bagi mereka yang mementingkan penampilan saja, bagi yang sembrono sekalipun. Perbedaannya hanya pada pilihan yang dibuat. Yang dandy akan selalu tampil rapi, matching, dengan padu padan yang pas dan sempurna. Sedang yang lain mungkin tidak terlalu peduli.

Pakaian, sedikit banyak akan menggambarkan identitas pemakainya. Seperti apa seseorang akan nampak tercermin dari pakaian yang melekat di tubuhnya meski tidak mewakili keseluruhan. Namun itulah yang akan dinilai pertama kali oleh orang yang melihat. Terlebih lagi untuk seorang muslimah. Memilih baju tentu bukan sekedar yang disuka. Ada norma kepantasan mutlak yang dituntunkan, langsung dari langit.

Baca lebih lanjut

Di Bandara Dulles, Seluruh Badan Nadia Digeledah

Seorang muslimah jadi korban Islamofobia AS lagi. Nadia Hassan mengeluhkan tindakan aparat Bandara Dulles Intenational Airport, Washington yang memerintakan pemeriksaan seluruh tubuh hanya karena Nadia mengenakan jilbab.

Insiden itu terjadi hari Selasa (5/1) ketika Nadia akan naik pesawat dari Washington menuju Los Angeles. Nadia menolak melepas jilbabnya untuk kepentingan pemeriksaan itu. “Peristiwa itu sangat memalukan dan membuat saya tidak nyaman,” kata Nadia pada Detroit News.

Menurut Nadia, aparat bandara sudah memeriksa koper, pakaian, laptop dan telepon genggamnya dengan alat pendeteksi bahan peledak. “Saya cuma diam karena tidak mau menimbulkan masalah. Tapi saya orang Amerika, bukan warga negara asing. Mengapa negara saya memperlakukan saya seperti ini,” ujar Nadia.

Baca lebih lanjut

Jagalah Kehormatanmu, Wahai Ukhti….

oleh: Ummu Unaysah

Menjadi laki-laki atau perempuan memang bukan pilihan kita. Tetapi menjadi laki-laki yang baik atau buruk adalah sebuah pilihan dalam genggaman kita. Terlebih-lebih bagi perempuan, mau menjadi wanita shalihat atau ahli maksiat adalah pilihan yang harus diambil.

Dalam setiap tayangan TiVi, dapat dipastikan bahwa wanita senantiasa menghiasi semua program. Iklan-iklanpun bertaburan bintang-bintang wanita sekalipun barang yang dijual tidak ada hubungan sama sekali dengan wanita. Wanita sudah menjadi bagian penting dalam promosi, bahkan komoditi itu sendiri.

Tak jarang, wanita-wanita seperti ini menjadikan profesi bintang publikasi sebagai cita-cita dan tujuan hidupnya karena dengannya popularitas dapat diraih dan duitpun menumpuk di kantong. Untuk mencapai tujuannya ini tak jarang mereka menggunakan segala cara. Tubuh yang Allah anugerahkan untuk dijaga kehormatan dan ditutupi auratnya justru dieksploitasi habis-habisan. Tak sedikit yang kemudian menggadaikannya…

Duhai diri, apa yang akan kau sampaikan di hadapan Rabbmu di hari pengadilan nanti?

Baca lebih lanjut

Akhir Zaman.. Penuh Keanehan!

Sesungguhnya keajaiban manusia di akhir zaman ini sangat banyak dan nyata sekali. Terkadang kita kurang jeli memperhatikannya sehingga terlihat dunia ini berjalan baik-baik saja. Namun, bila kita cermati dengan baik, kita akan menemukan segudang keajaiban dan keanehan dalam kehidupan manusia akhir zaman dan hampir dalam semua lini kehidupan. Keajaiban yang kita maksudkan di sini bukan terkait dengan persitiwa alam seperti gempa bumi, tsunami dan sebagainya, atau kejadian yang aneh-aneh lainnya, melainkan pola fikir manusia yang paradoks yang berkembang biak di akhir zaman ini.

Berikut ini adalah sebagian kecil dari berfikir paradoks yang berkembang akhir-akhir ini dalam masyarakat luas. Lebih ajaib lagi, berfikir paradoks tersebut malah dimiliki pula oleh sebagian umat Islam dan para tokoh mereka. Di antaranya :

Bila seorang pengusaha atau pejabat tinggi melakukan korupsi milyaran dan bahkan triliunan rupiah, maka aparat penegak hukum dengan mudah mengatakan tidak ada bukti untuk menahan dan mengadilinya.

Baca lebih lanjut

Tahanan Wanita di Penjara Israel Mengalami Tindak Kekerasan Terorganisir

Gaza – Infopalestina: Kementerian Tahanan Palestina menyatakan bahwa wanita Palestina, terutama mereka yang ada di dalam penjara Zionis Israel terus mengalami tindak kekerasan terorganisir dari pihak penjajah Zionis Israel.

Apa yang dialami seorang ibu Palestina, Ummu Wisam Dofash, adalah contoh paling anyar. Ini bukan yang pertama, dan juga tidak akan menjadi yang terakhir korban tindak kekerasan yang dilakukan penjajah Israel. Ummu Wisam Dofash mengalami serangan pemukulan, pelecehan, cacian, dihina dan penahanan dari serdadu Israel karena menolak untuk menanggalkan pakaiannya setelah dihentikan oleh serdadu Israel ketika kembali ke rumahnya di pos pemeriksaan di pintu masuk ke jalan Syuhada di pusat kota Hebron.

Hampir setiap hari para perempuan Palestina menjadi sasaran serangan kekerasan oleh serdadu Israel di pos-pos perlintasan militer Zionis Israel yang tersebar banyak seluruh penjuru wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel. Masih segar dalam ingatan kita bagaimana nasib perempuan Palestina yang diserang seekor anjing polisi yang dibawa para serdadu Israel, yang menyambar tangannya dengan buas.

Baca lebih lanjut

Tarik Jilbab, Wanita AS Terancam Dipenjara

Tarik Jilbab, Wanita AS Terancam Dipenjara
(CHICAGOTRIBUNE.COM)

Amal Abusumayah, Muslimah 28 tahun tinggal di Tinley Park, Illinois.

ILLINOIS–Islamofobia belum sepenuhnya hilang dari benak sebagian warga Barat. Kejadian yang menimpa Amal Abusumayah, Muslimah 28 tahun yang tinggal di Tinley Park, Illinois, ketika jilbabnya ditarik secara sengaja oleh Valerie Kenney, warga setempat, adalah salah satu buktinya.

Akibat perbuatannya itu, kini pelaku harus bersiap menjalani proses pengadilan pada 3 Desember mendatang, tuduhannya telah melakukan kekerasan karena kebencian. Dia terancam hukuman tiga tahun penjara serta denda 25 ribu dolar. Kejadiannya sendiri berlangsung tiga hari setelah peristiwa penembakan di Fort Hood, Texas, yang menewaskan 13 tentara Amerika pada Kamis (5/11) lalu.

Baca lebih lanjut

Ketiga Karyawati RSMI Mengaku Pasrah

JAKARTA–Ketiga karyawati medis RS Mitra Internasional (RSMI) Jatinegara: Sutiyem, Wiwin Winarsih, dan Suharti mengaku pasrah mengikuti proses pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan. Demikian pengakuan mereka seperti dikutip M. Lutfie, pengacara ketiganya kepada Republika, Kamis (19/11).

M. Lutfie mengatakan, saat ini pihaknya akan menjalani tahapan-tahapan penyelesaian masalah ini yang mengarah pada berakhirnya status ketiga karyawati tersebut sebagai pekerja di RSMI. “Rencananya besok (20/11) akan ada pertemuan konsiliasi yang difasilitasi Sudinakertrans Pemkot Jaktim, sebagai pengganti pertemuan Selasa (17/11) lalu yang tidak jadi dilakukan,” ucapnya.

Baca lebih lanjut