Berjilbab, Tiga Karyawati RS Mitra Internasional Terancam PHK

JAKARTA — Tiga karyawati RS Mitra Internasional (RSMI) Jatinegara, Jakarta Timur: Sutiyem, Wiwin Winarsih, dan Suharti, terancam kehilangan pekerjaannya. Ini lantaran mereka bersikukuh mengenakan pakaian yang menutup hijab sebagai Muslimah.

Menurut Sutiyem, pihak RSMI telah mengeluarkan surat peringatan ketiga  pada 26 Agustus lalu. “Sekarang, saya dan dua teman saya dalam proses pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan,” tuturnya kepada Republika, Rabu (18/11).

Sutiyem mengatakan, sebelum surat itu dikeluarkan, pihak manajemen RSMI menawarkan pengunduran diri bagi dirinya dan kedua kawannya. Menurutnya, dia juga mengaku ditawari sejumlah uang pesangon bila mengundurkan diri. Sutiyem dan dua orang lainnya menolak, lalu keluarlah surat peringatan kedua. Sutiyem melanjutkan, pihak perusahaan dan serikat pekerja lalu mengadakan pertemuan dan menyuruh ketiga orang tersebut memilih jalan pengadilan atau bipartit untuk menyelesaikan masalah. “Saya menolak mengundurkan diri walaupun ada pesangon karena itu bukan tujuan kami,” tuturnya.

Menurut Sutiyem, dia dan kedua rekannya sempat diundang oleh Sudinaker Pemkot Jakarta Timur untuk melakukan penyelesaian masalah ini secara rekonsiliasi, Selasa (17/11). Namun, surat undangan pertemuan yang diadakan pukul 09.30 baru diterima Sutiyem pukul 12.00 WIB di hari tersebut. Menurutnya, lantaran hal tersebut, tak satu pun dari pihaknya yang menghadiri pertemuan itu. “Saya justru mendapat kabar bahwa pihak RS Mitra datang ke pertemuan itu,” ucapnya.

Sebelumnya, RSMI menerapkan sejumlah peraturan pakaian seragam bagi karyawannya. Para karyawati RSMI yang berjilbab diharuskan memasukkan kerudung mereka ke dalam baju. Selain itu, karyawati juga diharuskan memakai kerudung pembagian dengan bahan yang transparan.

Tak hanya itu, para perawat medis yang berjilbab hanya dibolehkan memakai atasan seragam dengan lengan tiga jari di bawah siku. Pihak manajemen melarang penggunaan pakaian lengan panjang karena dinilai dapat menularkan infeksi nosokomial (infeksi yang terjadi antarindividu dalam lingkungan rumah sakit). Manajer SDM, Warno Hidayat, menolak memberikan komentar saat ini. “Besok (hari ini–Red), saya sediakan waktu untuk konfirmasi,” katanya.  c15

(-)

Sumber: Republika Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s