Tarik Jilbab, Wanita AS Terancam Dipenjara

Tarik Jilbab, Wanita AS Terancam Dipenjara
(CHICAGOTRIBUNE.COM)

Amal Abusumayah, Muslimah 28 tahun tinggal di Tinley Park, Illinois.

ILLINOIS–Islamofobia belum sepenuhnya hilang dari benak sebagian warga Barat. Kejadian yang menimpa Amal Abusumayah, Muslimah 28 tahun yang tinggal di Tinley Park, Illinois, ketika jilbabnya ditarik secara sengaja oleh Valerie Kenney, warga setempat, adalah salah satu buktinya.

Akibat perbuatannya itu, kini pelaku harus bersiap menjalani proses pengadilan pada 3 Desember mendatang, tuduhannya telah melakukan kekerasan karena kebencian. Dia terancam hukuman tiga tahun penjara serta denda 25 ribu dolar. Kejadiannya sendiri berlangsung tiga hari setelah peristiwa penembakan di Fort Hood, Texas, yang menewaskan 13 tentara Amerika pada Kamis (5/11) lalu.

Baca lebih lanjut

Konferensi Anti Rasisme, Obama Melindungi Israel

barack-o_242_180Hanya karena mengecam Israel, yang sudah melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina, selama puluhan tahun, dan terakhir Israel melakukan pembantaian terhadap rakyat Palestina di Gaza, maka AS, tidak mau hadir di dalam Konferensi Anti Rasisme, yang akan berlangsung di Jenewa. Presiden Obama, yang masih berada di Ibukota Trididad, Tobaqo, mengecam konferensi itu, sebagai tindakan yang munafik.

Konferensi yang akan berlangsung di Jenewa, yang berlangsung itu, mendapatkan tantangan dari Israel, AS, Canada, Australia, Jerman, Belanda, Perancis, dan Austria, negara-negara itu secara terbuka menyatakan boikot terhadap konferensi yang sedang berlangsung. Sementara itu, perintah Inggris ingin mengirimkan delegasinya untuk hadhir. Sejauh ini, Presiden AS, Barack Obama, menilai bahwa Konferensi Anti Rasisme itu, ia nilai penuh dengan antagonism, dan hanya memojokkan Israel. “Ini sangat hipokrit dan kontraproduktif”, ujar Obama. Keputusan Obama, tidak akan mengirim delegasi ke dalam konferensi itu. AS memboikot konferensi itu, serta menegaskan, bahwa Obama, menginginkan agar konferensi itu, merupakan kerjasama yang baik antar negara, dan menghentikan segala bentuk diskriminasi.

Tapi, anehnya, justru AS menolak hadhir, hanya karena konferensi itu, draf akhirnya secara terang mengecam terhadap Israel, yang melakukan praktek diskriminasi dan sangat rasialis. Baca lebih lanjut