Ide Kreatif Muslim Jerman Mendakwahkan Islam

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendakwahkan Islam. Sebagai perancang busana, Melih Kesmen melakukannya lewat baju-baju rancangannya yang kini menjadi trend, bukan cuma di kalangan anak muda tapi juga orang-orang dewasa di Jerman.

Lewat kaos dan jaket kasual rancangannya, Kesmen ingin mengatakan pada dunia bahwa Islam sepadan dengan nilai-nilai yang berlaku di Barat dalam hal toleransi dan kebebasan berekspresi. Islam juga bisa keren dan modern sesuai perkembangan zaman. Di kaos dan jaket buatannya, Kesmen mencantumkan tulisan-tulisan yang mempromosikan Islam, misalnya “Hijab. My right. My choice. My life” atau “Terrorism has no religion”.

Baca lebih lanjut

Erdogan: Sikap Pemimpin Muslim Layak Diratapi

dakwatuna.com – Ankara, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan menyebutkan, sikap para pemimpin Islam terhadap penderitaan Palestina layak diratapi.

Pernyataan ini diungkapkan Erdogan pada kantor berita Perancis AFP (Agence Perancis-Presse) , sebelum ia berangkat ke Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia, dalam lawatanya ke negara-negara teluk. Ia mengatakan, “Sejumlah negara Islam belum memberikan tanggapanya terkait masalah Palestina yang ditunggu-tunggu kamu muslimin di seluruh dunia. Kondisi ini patut diratapi, ungkapnya.

Sementara itu, Erdogan mengkritik pemerintahan Islam yang berkolaborasi dengan Entitas Zionis Israel hingga menyebabkan serangan negara ke Gaza, terutama serangan berdarah terhadap militernya pada musim panas lalu.

Pernyataan perdana menteri Turki ini bersamaan dengan berakhirnya kunjungan Menteri Perang (Menhan) Israel, Ehud Barack ke Ankara yang bertujuan menenangkan suasana paska ketegangan diplomatic antara dua negara. Sejak saat itu, perdana menteri, Erdogan maupun presidenya, Gaul belum pernah menemui pihak Israel. Keduanya marah atas sikap negara Zionis tersebut terhadap dubesnya di Tel Aviv. (asy/ip)

Sumber: dakwatuna.com

Turki dan Sumpah Palsu Seorang Dokter

Mungkin ini efek dari pernyataan Syeikh Tantawi di Al-Azhar, Mesir. Mungkin juga karena Tukri memang negara yang sekular, dan rakyatnya tak memegang Islam dengan benar. Seorang wanita tua di kota Eskisehir ditolak dalam pemeriksaan medis oleh dokter, karena memakai jilbab.

Fatma Arduc, 69, dilarikan ke pusat kesehatan swasta karena sakit perut, tetapi, katanya, bukannya mendapatkan pemeriksaan medis, ia dihadapkan pada sebuah pertanyaan dari Dokter wanita, yang memeriksanya: "Mengapa Anda tertutup begini?"

Wanita tua itu menjawab dengan mengerutkan kening, "Ini adalah pakaian yang biasa kami kenakan." Gulsen Y., sang dokter, malah memintanya untuk membawa kartu identitas. Artuç kembali ke rumahnya mengambil kartu identitas. Melihat foto di KTP yang menunjukkan kepalanya tertutup, kali ini si dokter menyatakan bahwa gambar pada KTP dan kartu sehat Artuc tidak menyerupai dan ia kemudia menolak pemeriksaan medis wanita tua itu.

Baca lebih lanjut