Wajibkah MUI Mencabut Fatwa Haramnya Pluralisme?

Pluralisme kembali menjadi perbincangan. Semua media cetak menjadikan pluralisme sebagai berita utama. Pluralisme kembali mencuat terutama setelah Presiden SBY memberikan gelar Gus Dur sebagai “Bapak Pluralisme” yang patut menjadi teladan seluruh bangsa.

Kalangan liberal, salah seorang tokoh aktivisnya, Zuhairi Misrawi, menulis bahwa dalam rangka memberikan penghormatan terhadap Gus Dur sebagaimana dilakukan oleh Presiden SBY akan sangat baik jika MUI mencabut kembali fatwa pengharaman terhadap pluralisme.

Pertanyaannya, bagaimana dengan MUI sendiri yang dalam fatwanya No.7/MUNAS VII/MUI/11/2005 telah dengan jelas-jelas menyebutkan bahwa sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme ( sipilis) adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, dan umat Islam haram mengikuti paham tersebut? Lebih penting lagi, bagaimana sesungguhnya pluralisme menurut pandangan Islam?

Baca lebih lanjut

Pornografi dan Warisan Perang Salib

Perang melawan pornografi, tidak habis habisnya di alami kaum muslimin di Indonesia. Ada saja pihak pihak iseng yang demi tujuan komersil semata, menjadikan perang itu semakin besar. Dari terbitnya majalah majalah porno, penentangan beberapa pihak atas pengesahan UU APP, hingga kini, di undangnya seorang bintang porno ke Indonesia di saat luka bencana di Sumatra belum sepenuhnya sembuh. Sungguh sesuatu yang memilukan.

Blue film dan artis artisnya yang dulu masih di anggap tabu oleh kalangan masyarakat, khususnya pemuda, kini hadir di permukaan dengan bentuk yang lebih legal. Dulu seorang artis porno dan bintang porno masih di anggap sesuatu yang mamalukan sehingga tidak ada yang “berani” menganggkat mereka secara langsung ke permukaan. Artis dan film porno hanya menjadi sebuah perbincangan iseng di antara orang orang yang memang berpikiran jorok dan mesum. Namun kini, bahkan ada pernyataan bahwa semua laki laki dewasa sudah mengenal sang artis. Seolah olah, bagi yang belum mengenalnya dan belum menonton aksinya, harus menyempatkan diri untuk mengejar ketertinggalan itu. Entah dari mana datangnya pernyataan ini. Sejujurnya, saya secara pribadi, mengetahui nama sang artis dari pemberitaan media masa yang memberitakan kehadirannya. Dan saya yakin masih banyak yang seperti itu, terutama para ABG yang masih SD atau SMP.

Kedatangan sang artis yang banyak di gembor gemborkan oleh media masa, secara tidak langsung semakin memopulerkan artis tersebut. Bahkan menurut pemberitaan sebuah station televisi berita kedatangan sang artis, telah mendorong para remaja untuk mendapatkan “kasetnya” dan nama sang artis semakin banyak di cari di situs situs internet. Di tambah lagi, sebuah station televise dalam memberitakan kedatangan sang artis dalam sebuah acaranya, secara langsung menampilkan “gambar-gambar” nya.

Baca lebih lanjut