PBB: Blokade Gaza Bahayakan Kesehatan 1,4 Juta Orang

matanews.com

Pagar Blokade Gaza

printSend to friend

TEHERAN–Badan-badan PBB dan mitra non-pemerintah mereka pada Kamis memperingatkan dampak blokade Israel terhadap penduduk Gaza dapat membahayakan kesehatan bagi 1,4 juta orang di wilayah itu. Menurut UNIC, badan-badan PBB juga mengulangi seruan mereka kepada Israel untuk segera membuka pintu penyeberangan di perbatasan di wilayah itu.

“Penutupan terus-menerus terhadap di Jalur Gaza dapat berdampak pada kesehatan 1,4 juta penduduk di sana,” Max Gaylard, Koordinator Bantuan Kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki Israel. Rumah-rumah sakit dan fasilitas-fasilitas medis, yang rusak akibat serangan militer Israel ke Gaza satu tahun lalu, itu belum dibangun kembali karena bahan-bahan bangunan tidak diizinkan masuk ke Gaza karena blokade Israel, yang kini telah memasuki tahun ketiga.

Dalam tiga pekan serangan militer Israel merusak 15 dari 27 rumah sakit di Gaza.  Sebanyak 43 dari 110 fasilitas pelayanan kesehatan juga rusak atau hancur dalam perang tersebut.

Baca lebih lanjut

LDK Peringati 22 Tahun Intifadha

LDK Peringati Intifadha

JAKARTA — Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), Ferry Nur, berharap rakyat Indonesia terus memelihara kepedulian terhadap nasib dan perjuangan rakyat Palestina. Sebab, rakyat Palestina membutuhkan dukungan umat Islam dalam perjuangannya.

Ferry menyatakan, perjuangan rakyat Palestina terus berlangsung untuk lepas dari penjajahan Israel, termasuk dalam bentuk perlawanan rakyat semesta atau intifadha, yang pada 8 Desember 2009 lalu telah berusia 22 tahun.

”Rakyat Indonesia perlu terus memberikan dukungan baik dalam bentuk dana maupun doa. Segala doa yang dipanjatkan akan memberikan ketegaran bagi rakyat Palestina dalam menjalankan perjuangannya,” kata Ferry di Jakarta, Kamis (10/12).

Menurut Ferry, dukungan rakyat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina selama ini telah terlihat jelas. Demikian pula, dengan Pemerintah Indonesia. Namun, ia berharap agar pemerintah bisa lebih banyak melakukan realisasi dukungannya. Jadi, bukan sekadar retorika.

Ferry mengatakan, hal yang kini perlu mendapatkan perhatian adalah desakan kepada Israel untuk membuka perbatasan Raffah. ”Tertutupnya perbatasan ini telah membuat Palestina, khususnya Gaza, seperti penjara besar,” katanya.

Baca lebih lanjut