Zionisme dan Sepakbola: Dari Paganisme ke Lapangan Hijau

Jika anda saya tanya perihal dimanakah negara yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010 nanti? Pasti anda akan cepat menjawab, Afrika Selatan. Lalu jika anda saya tanya siapakah kapten AS Roma saat ini? Tentu anda lugas menyebut Il Attacante, Fransesco Totti. Sambil sesekali anda bubuhi kata-kata khas romanisti kepada saya “Jagoan gua tuh, enak aja lu.”

Oleh Pizaro, Konselor Muslim

Peserta Diskusi Sabtuan Islamic Studies INSIST dan Humas Kajian Zionisme Internasional (KaZI)

Akan tetapi jika kemudian pertanyaannya saya ubah, seperti negara atau wilayah manakah nantinya menjadi awal mula hembusan angin akhir zaman akan menyemilir umat muslim seperti tertuang pada agama kita?

Mungkin anda akan tersenyum, atau beberapa dari anda akan menerawang ke awan dan ketika mata anda sudah kembali ke asal, jawaban juga belum anda dapat. Lantas jika anda saya tanya siapakah sahabat Nabi Muhammad SAW yang pernah bermimpi tentang kematian dirinya saat digambarkan mengeluarkan burung dari mulutnya? Mungkin saya juga akan dapat kerenyutan dahi dari anda semua, tak lebih.

Baca lebih lanjut

Ba’asyir: Indonesia Harus Kirim Pasukan

Ba'asyir: Indonesia Harus Kirim Pasukan

BOGOR–Pemerintah seharusnya mengirimkan pasukan bantuan bagi Palestina, menyusul serangan Israel ke Masjid Al-Aqsa. Dengan jumlah penduduk Muslim mayoritas, negara Indonesia harusnya memimpin pergerakan bantuan bagi negara Palestina. “Indonesia harus mengirim mujahid ke Palestina,” kata KH Abu Bakar Ba’asyir dalam acara intermediate training Latihan Kepemimpinan II Tingkat Nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang diadakan di aula Kampus Analis Kimia, Kota Bogor, Ahad (1/10) malam.

Dengan negara Yahudi Israel, ujarnya, tidak cukup hanya dilakukan dengan perundingan. “Harus dengan perang,” ucapnya. Dengan perang itulah, Israel dapat disingkirkan dari negeri Palestina. Dan juga, dengan memberikan perang kepada Israel, dapat menunjukkan ketegasan negara-negara Islam terhadap kekejian yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina.

Menurut Ba’asyir, negara Indonesia harus menghimpun rakyat untuk berjihad di Palestina. “Dengan jihad, Islam akan memperoleh kemuliaan,” ucap Ba’asyir. Saat ini, Ba’asyir mengatakan, tingkat kesadaran untuk berjihad di Indonesia masih sangat rendah. Meskipun terdapat banyak organisasi masyarakat (Ormas) Islam, namun tak sedikit pun hal itu membuat negara barat menghormati Indonesia. “Kita harus mengangkat senjata. Bukan untuk membunuh, tapi untuk menakut-nakuti,” katanya. Dengan sikap menakut-nakuti tersebut, pihak barat akan memberi rasa hormat kepada bangsa Indonesia.

Baca lebih lanjut

Kisah Pecandu dan Mujahidin

Kajian agama inilah yang akhirnya menguatkan saya. Bagaimana tidak, selama saya dipenjara, saya tertimpa masalah lainnya. Istri yang harusnya menjadi penjaga harta suaminya dan keluarga, ternyata menikah lagi. Seorang pecandu ganja, akhirnya menemukan jalan terang setelah bertemu dengan mujahidin di dalam penjara.

Panggil saja saya Asep (bukan nama sebenarnya, red). Saya mantan pecandu ganja. Saya pernah terjerumus sebagai pengguna dan bandar ganja. Saya sudah menggunakan ganja sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) sekitar tahun 1981.

Saya menggunakan ganja karena tersesat di dalam pergaulan, bukan karena frustasi atau putus cinta. Saat itu, ganja sudah menjadi life style buat saya. Awalnya  saya menghisap ganja hanya sekadar ingin tahu bagaimana rasanya. Tapi ternyata, saya lama-lama jadi ketagihan. Tidak terasa, saya ketagihan sampai usia saya 30 tahun dan masuk penjara.

Pada mulanya ganja saya dapatkan dengan gratis. Kemudian, setelah ketagihan, saya jadi sering beli. Apalagi teman-teman saya juga banyak yang menjadi “setan”. Mereka selalu mempengaruhi saya untuk terus mengkonsumsi ganja.

Waktu saya SMP dulu, ganja masih terbilang sangat murah, karena masih terjangkau dengan uang jajan saya. Kalau saya ada uang, pasti akan beli. Harganya dulu sekitar lima ratus rupiah saja. Namun kalau sedang tidak punya uang jajan dan kepepet karena sudah sakaw, kadang uang untuk bayaran sekolah pun saya pakai untuk membeli ganja.

Baca lebih lanjut