Lima Pemukim Yahudi Ditahan Karena Serang Masjid

Jerusalem, (tvOne)

Lima pemukim Israel ditahan sehubungan dengan serangan dan pembakaran terhadap sebuah masjid Palestina di Tepi Barat Desember lalu, kata radio militer, Senin (18/1). Ke lima orang itu ditahan dalam satu operasi oleh polisi Israel dan badan keamanan domestik Shin Bet di Yitzhar, satu pangkalan para pemukim garis keras di Tepi Barat bagian utara. Lima orang lainnya yang dicari polisi juga ditahan dalam operasi Ahad malam.

Polisi sebelumnya menahan seorang pemuda berusia 17 tahun dari permukiman Tepi Barat lainnya sehubungan dengan serangan terhadap masjid itu, tetapi ia kemudian dibebaskan. Pada 11 Desember, para penyerang merusak sebuah masjid di Tepi Barat , membakar kitab-kitab suci Muslim dan menulis pesan-pesan kebencian dalam bahasa Yahudi dalam satu serangan yang dituduh dilakukan para warga Yahudi berhaluan keras yang marah pada rencana untuk mengekang pembangun permukiman Yahudi.

Para pemukim Yahudi berhaluan keras juga menyetujui apa yang mereka sebut kebijakan ” kartu harga” berdasarkan itu mereka menyerang warga Palestina, ladang-ladang dan desa-desa mereka,apabila pemerintah Israel melakukan tindakan untuk mengekang pembangun proyek-proyek perumahan.(ANT)

Sumber: tvOne

Masjid-Masjid Jerman Bukakan Pintu untuk Pengunjung Non-Muslim

Warga Muslim Jerman–yang kebanyakan keturunan Turki–kembali membukakan masjid-masjid yang dikelola oleh mereka untuk diziarahi oleh para pengunjung non-Muslim. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih mengenalkan Islam secara lebih luas ke publik Jerman dan Eropa.

Kegiatan dibukanya masjid-masjid Jerman secara umum ini telah dimulai sejak 1997 silam, tepatnya pada tanggal 3 Oktober, yang juga hari bersatunya Jerman (antara blok Barat dan Timur).

Kegiatan tersebut merupakan inisiatif dan instruksi langsung dari Majlis Tinggi umat Muslim Jerman. Majlis sengaja menetapkan tanggal 3 Oktober untuk membuka masjid-masjid tersebut sebagai bentuk apresiasi Islam terhadap dialog antar-peradaban, budaya, dan antar-umat agama.

Para pengunjung yang memasuki masjid-masjid itu bukan sekedar akan dapat menikmati keindahan arsitektur Islam, kedamaian rumah ibadah Allah, tetapi juga suguhan-suguhan keislaman lainnya, utamanya tentang kebudayaan, peradaban, dan keagamaan.

Diperkirakan, lebih dari 50 ribu pengunjung non-Muslim mengunjungi masjid-masjid tersebut, serta mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang Islam dan peradabannya.

Di Jerman, Islam menjadi agama terbesar kedua. Kebanyakan umat Muslim di Jerman merupakan keturunan ras Turki, yang pada masa perang dunia I merupakan sekutu utama Jerman. Saat ini, terdapat lebih dari 2500 masjid yang berdiri di seantero Jerman. (L2/mi)

Sumber: eramuslim