Homoseksual dan Lesbian dalam Perspektif Fikih

Haramnya homoseksual dan lesbian ini, sudah menjadi Ijma’ (ketetapan) ulama Islam. Artinya, tak ada diantara mereka yang berselisih.

Oleh: L. Supriadi, MA*


Hidayatullah.com–“Kurang syah, jika tak nyeleneh.” Kalimat ini, barangkali tepat untuk dikatakan pada para aktivis gerakan Islam Liberal. Sikap nyeleneh itu, paling tidak disampaikan oleh Dr. Siti Musdah Mulia –yang katanya– guru besar UIN Jakarta baru-baru ini.

Dalam sebuah diskusi yang diadakan di Jakarta hari Kamis 27 maret 2008 lalu, tiba-tiba ia mengeluarkan pernyataan bahwa homoseksual dan homoseksualitas adalah kelaziman dan dibuat oleh Tuhan, dengan begitu diizinkan juga dalam agama Islam. (dilansir hidayatullah.com, Senin 31 maret 2008). Tak hanya itu, Siti Musdah melanjutkan bahwa sarjana-sarjana Islam moderat mengatakan tidak ada pertimbangan untuk menolak homoseksual dalam Islam, dan bahwa pelarangan homoseks dan homoseksualitas hanya merupakan tendensi para ulama.

Baca lebih lanjut

Liberalisme dan Geliat Kampanye Gay

Sepintas membaca argumen kaum liberal kelihatan enak. Secara tidak langsung seolah menyalahkan Allah berlaku tak adil lewat syariat yang dibuat-Nya

Oleh Anwar Djaelani*

Situs berita http://www.hidayatullah.com tanggal 12 Nopember 2009, kemarin menulis seminar di IAIN Sunan Ampel Surabaya dengan tema “‘Nikah Yes! Gay Yes.” Ada dua pembicara di acara itu, seorang pelaku gay yaitu Erick Yusufanny dari Gaya Nusantara dan seorang dosen Institut Agama Islam Ibrahimi Situbondo yaitu Drs. Imam Nakhai, M.Ag.. Sementara, M Khadafi, dosen Sosiologi IAIN Sunan Ampel Surabaya –menurut panitia– merupakan tokoh di balik layar acara ini.

Erick mengatakan bahwa dia tetap beribadah dan tak mau mengganggu orang lain. Atas pernyataan ini, dapat kita ajukan pertanyaan. Jika benar dia tekun beribadah (secara benar), maka pasti dia akan berusaha untuk tak mencampur-adukkan yang haq dengan yang bathil. Dalam hal pelampiasan hasrat seksual, yang haq atau yang sesuai aturan-Nya adalah hanya dengan lawan jenisnya dan itupun jika sudah berada dalam ikatan pernikahan yang sah. Selain cara itu bathil.

Baca lebih lanjut