Syaikh Qardhawi Kembali Difitnah Ramallah

dakwatuna.com – Tepi Barat, Otoritas Abbas di Ramallah terus melancarkan kampanye negatif terhadap Syaikh Yusuf Qardhawi melalui iklan komersial (reklame) di jalan-jalan kota-kota besar di Tepi Barat. Tujuannya untuk mencela Syaikh Qardhawi di berbagai kota di Tepi Barat. Kampanye ini berada di bawah pengawasan langsung gerakan Fatah dan Kantor Kepresidenan.

Otoritas Abbas di Ramallah mencoba untuk memanfaatkan ketidaktahuan warga mengenai rincian berbagai peristiwa yang berkaitan dengan Syaikh Qardhawi untuk memfitnah beliau di depan orang.

Perusahaan periklanan yang dikelola oleh Tarek Abbas, putra Mahmud Abbas, dalam beberapa hari terakhir, memasang reklame di kota Ramallah dan kota-kota lain di Tepi Barat berupa gambar-gambar Syaikh Qardhawi yang sedang bertemu dengan rabi Yahudi. Tertulis dalam reklame tersebut: “Pertemuan-pertemuan Qardhawi dengan orang-orang Israel”.

Melalui papan reklame tersebut gerakan Fatah dan otoritas Ramallah ingin meyakinkan warga Palestina bahwa Syaikh Qardhawi menemuai orang-orang Israel dan melakukan normalisasi dengan mereka.

Baca lebih lanjut

Zionisme dan Sepakbola: Dari Paganisme ke Lapangan Hijau

Jika anda saya tanya perihal dimanakah negara yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010 nanti? Pasti anda akan cepat menjawab, Afrika Selatan. Lalu jika anda saya tanya siapakah kapten AS Roma saat ini? Tentu anda lugas menyebut Il Attacante, Fransesco Totti. Sambil sesekali anda bubuhi kata-kata khas romanisti kepada saya “Jagoan gua tuh, enak aja lu.”

Oleh Pizaro, Konselor Muslim

Peserta Diskusi Sabtuan Islamic Studies INSIST dan Humas Kajian Zionisme Internasional (KaZI)

Akan tetapi jika kemudian pertanyaannya saya ubah, seperti negara atau wilayah manakah nantinya menjadi awal mula hembusan angin akhir zaman akan menyemilir umat muslim seperti tertuang pada agama kita?

Mungkin anda akan tersenyum, atau beberapa dari anda akan menerawang ke awan dan ketika mata anda sudah kembali ke asal, jawaban juga belum anda dapat. Lantas jika anda saya tanya siapakah sahabat Nabi Muhammad SAW yang pernah bermimpi tentang kematian dirinya saat digambarkan mengeluarkan burung dari mulutnya? Mungkin saya juga akan dapat kerenyutan dahi dari anda semua, tak lebih.

Baca lebih lanjut

PBB: Blokade Gaza Bahayakan Kesehatan 1,4 Juta Orang

matanews.com

Pagar Blokade Gaza

printSend to friend

TEHERAN–Badan-badan PBB dan mitra non-pemerintah mereka pada Kamis memperingatkan dampak blokade Israel terhadap penduduk Gaza dapat membahayakan kesehatan bagi 1,4 juta orang di wilayah itu. Menurut UNIC, badan-badan PBB juga mengulangi seruan mereka kepada Israel untuk segera membuka pintu penyeberangan di perbatasan di wilayah itu.

“Penutupan terus-menerus terhadap di Jalur Gaza dapat berdampak pada kesehatan 1,4 juta penduduk di sana,” Max Gaylard, Koordinator Bantuan Kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki Israel. Rumah-rumah sakit dan fasilitas-fasilitas medis, yang rusak akibat serangan militer Israel ke Gaza satu tahun lalu, itu belum dibangun kembali karena bahan-bahan bangunan tidak diizinkan masuk ke Gaza karena blokade Israel, yang kini telah memasuki tahun ketiga.

Dalam tiga pekan serangan militer Israel merusak 15 dari 27 rumah sakit di Gaza.  Sebanyak 43 dari 110 fasilitas pelayanan kesehatan juga rusak atau hancur dalam perang tersebut.

Baca lebih lanjut

Iran Undang Dunia Islam Ikuti Proyek Film Palestina

Teheran, (tvOne)
Iran mengundang negara-negara Islam untuk berkolaborasi dalam memproduksi film mengenai pendudukan Palestina oleh Zionis Israel, kata Deputi Menteri Kebudayaan Iran, Javad Shamaqdari.

Dalam sambutannya pada acara penutupan festival “International Story of Resistance Film Festival” ke-2 di Beirut, Selasa (21/1). Shamaqdari mengatakan, Iran sedang merencanakan membuat sebuah film dengan tema sentral “60 Tahun Pendudukan Tanah Palestina.” “Proyek raksasa itu akan menelan biaya 10 juta dolar AS dan kami butuh kerja sama dengan negara-negara Islam dan Arab,” katanya.

Ia mengumumkan, bahwa Iran akan mendukung kualitas film-film mengenai 33 hari pertempuran antara Israel dan Hizbullah Lebanon. Jaringan TV Al-Kawthar Iran mensponsori festival “International Story of Resistance Film Festival ke-2 itu. Festival itu menayangkan film-film dokumenter, video musik dan animasi tentang gerakan perlawanan anti-Israel.

Festival “International Story of Resistance Film Festival” diadakan untuk mengenang para korban 33 hari perang di Lebanon, yang menewaskan sedikitnya 1.200 warga Lebanon, sebagian besar mereka adalah rakyat sipil. (Ant)

Sumber: tvOne

Syaikh Tamimi: Masjid Al-Aqsha akan Segera Runtuh

Syaikh Taysir Tamimi, ketua mahkamah Palestina memperingatkan kemungkinan akan runtuhnya masjid Al-Aqsha karena penggalian yang dilakukan oleh zionis Yahudi di bawah lantai masjid dan sekitarnya.

Syaikh Tamimi mengatakan hal tersebut dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada hari rabu kemarin (20/1) di Ramallah.

“Saya takut, kekhawatiran saya ini adalah yang terakhir sebelum runtuhnya masjid Al-Aqsha dan saya berharap umat Islam dunia harus segera bangun dari tidurnya untuk membela Al-Aqsha,” kata Syaikh Tamimi.

Pada konferensi pers tersebut Syaikh Tamimi juga memperlihatkan kepada pers, foto tanah yang longsor yang terjadi di dekat masjid Al-Aqsha akibat penggalian yang dilakukan zionis Yahudi di tempat itu, termasuk baru-baru ini runtuhnya sebagian kompleks masjid di wilayah Silwan yang terjadi hari Senin lalu, dan ia mengungkapkan bahwa adanya lubang yang dalam di bawah tanah.

Dia menekankan bahwa persoalan ini sangat serius, dan telah berulang kali ia memberikan peringatan akan akibat dari penggalian zionis Israel di bawah masjid Al-Aqsha, dan kembali menegaskan bahwa penggalian tersebut akan menyebabkan runtuhnya masjid Al-Asha, seperti dilaporkan AFP.

Baca lebih lanjut

Israel-Vatikan Negosiasi Soal Al-Quds

Masjid Al Aqsa (AP)

JERUSALEM–Israel dan Vatikan memulai negosiasi pendahuluan tentang kepemilikan dan status situs-situs bersejarah umat Katholik di Al-Quds, wilayah di Jerusalem Timur yang diokupasi Israel. Menurut sebuah sumber di Vatikan, pihaknya menginginkan agar tempat itu dijaga keamanannya, termasuk dari kemungkinan suatu saat di masa yang akan datang diambil alih pemerintah Israel dan diklaim sebagai milik negara.

Vatikan juga ingin “pengembalian dari sejumlah properti yang pernah diambil di masa lalu” dari Israel. Pada tahun 1950, Israel pernah melakukan penghancuran terhadap satu gereja bersejarah di utara Caesaria, sebuah kota bersejarah di Palestina.

Nantinya, setelah negosiasi pendahuluan ini, Israel dan Vatikan akan kembali bertemu di Roma pada Mei tahun ini untuk pembicaraan yang lebih rinci dan nyata. Selain masalah di atas, Vatikan juga menuntut dikembalikannya sebidang tanah gereja yang disita Israel. Tanah itu telah menjadi milik gereja sejak Kesultanan Usmaniyah meninggalkan wilayah itu sejak awal abad ke-19, jauh sebelum Israel masuk dan mengklaim banyak wilayah di Palestina tahun 1948.

Sejumlah pengamat tak yakin Israel bakal memenuhi permintaan Vatikan itu. Pasalnya, di tanah-tanah milik gereja itu, mereka mendirikan bangunan-bangunan baru. Ada lagi satu tempat yang dua keyakinan itu mengklaim sebagai warisan sejarah agama mereka. Di sebuah tempat di Cenale, pada lantai duanya diyakini merupakan tempat di mana Yesus melakukan jamuan makan terakhirnya. Namun Yahudi juga mengklaim, di bawah gedung itu merupakan situs makam Raja Daud.

Baca lebih lanjut

Erdogan: Sikap Pemimpin Muslim Layak Diratapi

dakwatuna.com – Ankara, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan menyebutkan, sikap para pemimpin Islam terhadap penderitaan Palestina layak diratapi.

Pernyataan ini diungkapkan Erdogan pada kantor berita Perancis AFP (Agence Perancis-Presse) , sebelum ia berangkat ke Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia, dalam lawatanya ke negara-negara teluk. Ia mengatakan, “Sejumlah negara Islam belum memberikan tanggapanya terkait masalah Palestina yang ditunggu-tunggu kamu muslimin di seluruh dunia. Kondisi ini patut diratapi, ungkapnya.

Sementara itu, Erdogan mengkritik pemerintahan Islam yang berkolaborasi dengan Entitas Zionis Israel hingga menyebabkan serangan negara ke Gaza, terutama serangan berdarah terhadap militernya pada musim panas lalu.

Pernyataan perdana menteri Turki ini bersamaan dengan berakhirnya kunjungan Menteri Perang (Menhan) Israel, Ehud Barack ke Ankara yang bertujuan menenangkan suasana paska ketegangan diplomatic antara dua negara. Sejak saat itu, perdana menteri, Erdogan maupun presidenya, Gaul belum pernah menemui pihak Israel. Keduanya marah atas sikap negara Zionis tersebut terhadap dubesnya di Tel Aviv. (asy/ip)

Sumber: dakwatuna.com