Menyikapi Kebrutalan Zionis Israel

Muslimin Indonesia harus menyusun langkah melawan hegemoni Yahudi. Syaratnya ukhuwah Islamyah tak hanya di lisan. Apalagi masih bangga kelompoknya sendiri.

Oleh Dr Adian Husaini

Hari-hari ini, kaum Muslim seluruh dunia menyaksikan kebrutalan yang membabi buta kaum Zionis terhadap kaum Muslim di Palestina dan Lebanon. Setiap hari, jet-jet tempur beserta tank-tank Israel membunuhi warga Muslim. Dunia mengutuk serangan Israel itu. Tetapi, semuanya tidak berdaya, tidak mampu mencegah kebrutalan Israel. Padahal, dari segi hukum internasional, aksi sepihak Israel yang menyerbu Lebanon jelas-jelas tidak dibenarkan.

Tetapi, kaum Zionis Israel tidak mempedulikan hal itu. Mereka merasa lebih kuat, dan menganggap remeh protes dunia Islam terhadap kebrutalan mereka. Pada akhir Juli 2006, Israel bahkan menyerang tempat pengungsian penduduk sipil di Desa Qana, sehingga membunuh lebih dari 60 warga Lebanon –37 diantaranya adalah anak-anak. Seketika itu kemudian dunia mengecam Israel. Tetapi, tetap saja, hal itu tidak mampu menghentikan kebiadaban kaum Zionis Israel.

Umat Islam dan dunia Islam, sejauh ini, hanya mampu melakukan protes, menangis, mengeluarkan resolusi dan kutukan demi kutukan. Tetapi, tidak ada yang digubris oleh Israel. Sepertinya, Israel sudah hafal langgamkaum Muslim. Jika dibantai atau dipecundani, kaum Muslim akan marah dan melakukan aksi demontrasi. Setelah itu, lama-lama lupa pada masalahnya, lalu diam. Megapa umat Islam begitu mudah untuk diperdaya dan dipecundangi ? Tidak adakah kemuliaan bagi kaum Muslimin? Padahal, dalam Al-Quran, Allah SWT menjamin :

Baca lebih lanjut

Kampanye “Saya Seorang Muslim dan Saya Bukan Teroris” Shah Rukh Khan

Shah Rukh Khan

Kebebasan berbicara di India selalu menjadi suatu masalah rumit. Hukum India memberikan hak berbicara untuk semua orang, tapi buku, drama, film dan bentuk-bentuk ungkapan lainnya diblokir atau disensor. Tokoh populer juga tidak terhindar. Jika seseorang membuat pernyataan yang kontroversial, ia akan menuai reaksi, bahkan jika itu adalah seorang Badshah (superstar) Bollywood, Shah Rukh Khan.

Dua minggu terakhir, India bergolak untuk sang superstar. Khan, yang juga memiliki tim kriket Liga Premier di India Kolkata Knight Riders, berkomentar bahwa pemain Muslim Pakistan boleh bermain di turnamen pro India.

Sayap kanan partai politik Shiv Sena segera mengangkat senjata. Pemimpin partai Bal Thackeray, menyebutnya pengkhianat. Melalui surat kabar partainya Saamna, ia berkata bahwa Khan harus dijadikan tersangka, segera ditangkap.

Demonstrasi diadakan di luar rumah Khan dan stupa-nya dibakar. Amir Khan, superstar Bollywood yang merupakan karib Khan dan mendukung rekannya, juga terkena api. Shiv Sena kemudian mengumumkan mereka tidak akan membiarkan film terbaru Khan, My Name is Khan (MNIK), akan diputar di Mumbai, kecuali dia meminta maaf.

Baca lebih lanjut