Pascaledakan di Moskow, Sentimen Anti-Muslim Meningkat

MOSKOW–Meledaknya bom bunuh diri yang terjadi di pusat kota Moskow sontak memicu kembali kebencian terhadap Muslim di Rusia. Meski hingga kini belum jelas siapa dalang di belakang pemboman ganda di kereta bawah tanah Rusia tersebut, Yang jelas adalah sentimen kebencian warga kota Moskow terhadap Muslim tengah memuncak. Galina Kozhevnikova dari Sova Center mengatakan ia dipukul setelah sebelumnya dimaki-maki dengan kata-kata rasial dan orang-orang di sekitar Nargiza yang menyaksikan pemukulan terhadapnya tidak langsung memberikan pertolongan.

Galina diasumsikan sebagai Muslim karena kulit gelapnya. Banyak warga Rusia menyebut pembom bunuh diri sebagai “syahid,” kata yang berarti martir bagi dunia Muslim. Radio populer di Moskow, Exho, melaporkan adanya dua orang perempuan berjilbab diminta bangun dari kursinya dan diusir dari kereta bawah tanah. Saksi mengatakan tidak ada sesorang pun yang memanggil polisi dan penumpang hanya menonton kejadian itu.

Baca lebih lanjut

Ide Kreatif Muslim Jerman Mendakwahkan Islam

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendakwahkan Islam. Sebagai perancang busana, Melih Kesmen melakukannya lewat baju-baju rancangannya yang kini menjadi trend, bukan cuma di kalangan anak muda tapi juga orang-orang dewasa di Jerman.

Lewat kaos dan jaket kasual rancangannya, Kesmen ingin mengatakan pada dunia bahwa Islam sepadan dengan nilai-nilai yang berlaku di Barat dalam hal toleransi dan kebebasan berekspresi. Islam juga bisa keren dan modern sesuai perkembangan zaman. Di kaos dan jaket buatannya, Kesmen mencantumkan tulisan-tulisan yang mempromosikan Islam, misalnya “Hijab. My right. My choice. My life” atau “Terrorism has no religion”.

Baca lebih lanjut