Buang Jimat Untuk Hindari Gangguan Jiwa

JAKARTA — Jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci diminta untuk menanggalkan semua jimat beraroma syirik yang dimilikinya. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari gangguan jiwa yang biasanya diderita pemilik jimat ketika di Tanah Suci.

Demikian dikatakan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan, Dr Firdaus Yusuf Rusdi, saat dimintai tanggapannya mengenai banyaknya jamaah haji Indonesia yang mengalami gangguan jiwa di Tanah Suci. Menurut dia, jamaah yang memiliki jimat, biasanya memang akan mengalami gangguan jiwa ketika berada di Mekah ataupun Madinah.

”Tapi kalau sudah keluar (dari Mekah atau Madinah), mereka sembuh dengan sendirinya,” ujar Firdaus.

Firdaus menjelaskan, fenomena itu diketahuinya berdasarkan pengalamannya memimpin petugas kesehatan jiwa para jamaah haji selama empat tahun. Setiap tahun, imbuh dia, ditemukan sekitar 20 jamaah haji pengguna jimat yang akhirnya mengalami gangguan jiwa. ”Itu bukan tergolong kelainan jiwa secara medis,” kata Firdaus.

Baca lebih lanjut