Eropa Segera Miliki Pusat Industri Halal

LONDON — Sebuah perusahaan investasi di Inggris akan membangun sebuah pusat industri produk halal, yang akan menjadi pusat industri produk halal pertama di kawasan Eropa. Keberadaan pusat industri ini diharapkan bisa memenuhi kekurangan kebutuhan pasar Eropa akan produk-produk halal sebesar 6,27 miliar dolar AS setiap tahunnya.

”Jika Anda perhatikan, sektor produk halal di Inggris nilainya mencapai 2 hingga 4 miliar poundsterling dan mayoritas produk halal itu adalah produk impor,” ujar Mahesh Jayanarayan, pimpinan Halal Industries, kepada Reuters, baru-baru ini.

Menurut Jayanarayan, pusat industri yang akan diberi nama Super Halal Industrial Park (SHIP) ini akan dibangun di wilayah South Wales. Wilayah itu dipilih sebagai lokasi SHIP karena harga tanahnya terjangkau.

Selain juga karena South Wales dikenal sebagai produsen daging di Inggris. Kompleks industri itu, sambung dia, nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti gudang-gudang penyimpanan, fasilitas pengemasan produk, pemilihan dan pengolahan daging, serta fasilitas riset dan pengembangan.

Pembangunannya sendiri, ungkap Jayanarayan, tidak lepas dari bisnis produk halal yang makin berkembang dan menguntungkan. Mengingat di kawasan Eropa saat ini belum berdiri pusat industri halal semacam ini, sementara wilayah benua ini menjadi tempat tinggal bagi jutaan Muslim.

Baca lebih lanjut

Iqra’

WORDPRESS

printSend to friend

Oleh Prof Dr Nasaruddin Umar

Mengapa ayat pertama dalam Alquran berupa kalimat perintah iqra’ (bacalah)? Mengapa perintah itu untuk seorang yang buta huruf (ummy)?

Prof Hull dalam karya monumentalnya History and Philosophy of Science mengungkap salah satu misteri iqra’. Menurut Hull, siklus pergumulan antara agama dan ilmu pengetahuan terjadi setiap enam abad. Ia memulai penelitiannya dengan mengkaji abad VI SM sampai abad I M.

Periode ini ditandai dengan lahirnya tokoh-tokoh filsafat Yunani terkemuka, seperti Tales, Pytagoras, Aristoteles, dan Plato. Pada periode ini, para filsuf mengungguli popularitas pemimpin politik dan pemimpin agama. Tokoh agama hampir tidak ditemukan ketika itu.

Periode kedua diawali oleh lahirnya Nabi Isa (I M) sampai abad VI M. Periode ini ditandai dengan merosotnya popularitas filsuf atau ilmuwan dan menguatnya peran penguasa yang berkoalisi dengan gereja. Mereka mengaku wakil Tuhan di bumi.

Baca lebih lanjut