Israel Izinkan Pengiriman Pakaian dan Sepatu ke Gaza

Gaza, (tvOne)

Israel akan mengizinkan pengiriman pakaian dan sepatu bagi orang Palestina di Jalur Gaza, untuk yang pertama kalinya dalam blokade ketat selama hampir tiga tahun, kata sejumlah pejabat Palestina, Senin (29/3). Sepuluh truk pertama akan tiba melalui titik perbatasan Gaza, yang diawasi tentara Israel pada Kamis (1/3).

Sebelumnya Israel mendapat tekanan internasional yang meningkat, agar mengendurkan blokadenya di Gaza yang kata PBB telah menghukum 1,5 juta orang di Gaza karena pemimpin mereka, Hamas yang menguasai wilayah itu berjanji menghancurkan negara Yahudi tersebut (Israel).

Israel melarang pengiriman semen dan baja ke Gaza, dengan alasan Hamas bisa menggunakannya untuk tujuan-tujuan militer. Daftar panjang barang yang diawasi juga mencakup benda yang disebut oleh para pengecam tidak memiliki nilai militer, seperti buku dan pensil warna untuk anak-anak.

Baca lebih lanjut

PBB: Blokade Gaza Bahayakan Kesehatan 1,4 Juta Orang

matanews.com

Pagar Blokade Gaza

printSend to friend

TEHERAN–Badan-badan PBB dan mitra non-pemerintah mereka pada Kamis memperingatkan dampak blokade Israel terhadap penduduk Gaza dapat membahayakan kesehatan bagi 1,4 juta orang di wilayah itu. Menurut UNIC, badan-badan PBB juga mengulangi seruan mereka kepada Israel untuk segera membuka pintu penyeberangan di perbatasan di wilayah itu.

“Penutupan terus-menerus terhadap di Jalur Gaza dapat berdampak pada kesehatan 1,4 juta penduduk di sana,” Max Gaylard, Koordinator Bantuan Kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki Israel. Rumah-rumah sakit dan fasilitas-fasilitas medis, yang rusak akibat serangan militer Israel ke Gaza satu tahun lalu, itu belum dibangun kembali karena bahan-bahan bangunan tidak diizinkan masuk ke Gaza karena blokade Israel, yang kini telah memasuki tahun ketiga.

Dalam tiga pekan serangan militer Israel merusak 15 dari 27 rumah sakit di Gaza.  Sebanyak 43 dari 110 fasilitas pelayanan kesehatan juga rusak atau hancur dalam perang tersebut.

Baca lebih lanjut