Israel Batasi Akses Masuk Menuju Al Aqsa

JERUSALEM–Polisi Israel memperketat akses bagi para jamaah shalat ke Masjid Al Aqsa pada hari Senin (29/3), menyusul libur panjang umat Yahudi. Mereka yang diizinkan masuk hanyalah jamaah laki-laki berusia lima puluh tahun ke atas dan di atas pemegang kartu identitas biru. Mereka juga tidak akan mengizinkan pengunjung asing untuk memasuki al Haram al Syarif (al Quds).

Polisi tidak menjelaskan sampai kapan aturan itu diberlakukan. Mereka juga meningkatkan penjagaan di Jerusalem. Libur Paskah Yahudi akan dimulai petang ini sampai dua hari ke depan.  Selain di Jerusalem, Israel juga memperketat pengawasan di Tepi Barat. “Ribuan polisi telah kami siagakan di seluruh penjuru kota,” ujar pejabat kepolisian di Jerusalem, Nissim Edri, kepada Radio Israel. Mereka menempatkan pesonilnya di gerbang Kota Lama dan melakukan pemeriksaan ketat terhadap identitas warga Jerusalem.

Baca lebih lanjut

Israel-Vatikan Negosiasi Soal Al-Quds

Masjid Al Aqsa (AP)

JERUSALEM–Israel dan Vatikan memulai negosiasi pendahuluan tentang kepemilikan dan status situs-situs bersejarah umat Katholik di Al-Quds, wilayah di Jerusalem Timur yang diokupasi Israel. Menurut sebuah sumber di Vatikan, pihaknya menginginkan agar tempat itu dijaga keamanannya, termasuk dari kemungkinan suatu saat di masa yang akan datang diambil alih pemerintah Israel dan diklaim sebagai milik negara.

Vatikan juga ingin “pengembalian dari sejumlah properti yang pernah diambil di masa lalu” dari Israel. Pada tahun 1950, Israel pernah melakukan penghancuran terhadap satu gereja bersejarah di utara Caesaria, sebuah kota bersejarah di Palestina.

Nantinya, setelah negosiasi pendahuluan ini, Israel dan Vatikan akan kembali bertemu di Roma pada Mei tahun ini untuk pembicaraan yang lebih rinci dan nyata. Selain masalah di atas, Vatikan juga menuntut dikembalikannya sebidang tanah gereja yang disita Israel. Tanah itu telah menjadi milik gereja sejak Kesultanan Usmaniyah meninggalkan wilayah itu sejak awal abad ke-19, jauh sebelum Israel masuk dan mengklaim banyak wilayah di Palestina tahun 1948.

Sejumlah pengamat tak yakin Israel bakal memenuhi permintaan Vatikan itu. Pasalnya, di tanah-tanah milik gereja itu, mereka mendirikan bangunan-bangunan baru. Ada lagi satu tempat yang dua keyakinan itu mengklaim sebagai warisan sejarah agama mereka. Di sebuah tempat di Cenale, pada lantai duanya diyakini merupakan tempat di mana Yesus melakukan jamuan makan terakhirnya. Namun Yahudi juga mengklaim, di bawah gedung itu merupakan situs makam Raja Daud.

Baca lebih lanjut