Kenakan Kaos “Free Palestine”, Pelajar Prancis Diusir dari Sekolah

Ilustrasi

Seorang pelajar perempuan tahun ke enam sebuah sekolah menengah di Prancis timur mengalami pengusiran dan di skor selama tiga hari, karena mengenakan baju kaos bertulisan “Free Palestine”.

Menurut laporan dari AFP, sekolah “Villefranche Sur Son” mengusir pelajar tersebut atas tuduhan mengkampanyekan kemerdekaan Palestina.

Hal ini terjadi setelah adanya perdebatan antara pelajar perempuan itu dengan guru sejarah yang bergelar profesor di sekolah pada tanggal 29 Januari yang lalu setelah sang profesor meminta pelajar tersebut mengganti kaosnya yang bertuliskan “Free Palestine”.

Sekolah dalam sebuah suratnya kepada ibu dari pelajar tersebut menyatakan bahwa skoring akan diberikan kembali pada si pelajar pada minggu kedua bulan Maret, setelah pelajar itu kembali masuk sekolah setelah liburan musim dingin.

Baca lebih lanjut

Syaikh Tamimi: Masjid Al-Aqsha akan Segera Runtuh

Syaikh Taysir Tamimi, ketua mahkamah Palestina memperingatkan kemungkinan akan runtuhnya masjid Al-Aqsha karena penggalian yang dilakukan oleh zionis Yahudi di bawah lantai masjid dan sekitarnya.

Syaikh Tamimi mengatakan hal tersebut dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada hari rabu kemarin (20/1) di Ramallah.

“Saya takut, kekhawatiran saya ini adalah yang terakhir sebelum runtuhnya masjid Al-Aqsha dan saya berharap umat Islam dunia harus segera bangun dari tidurnya untuk membela Al-Aqsha,” kata Syaikh Tamimi.

Pada konferensi pers tersebut Syaikh Tamimi juga memperlihatkan kepada pers, foto tanah yang longsor yang terjadi di dekat masjid Al-Aqsha akibat penggalian yang dilakukan zionis Yahudi di tempat itu, termasuk baru-baru ini runtuhnya sebagian kompleks masjid di wilayah Silwan yang terjadi hari Senin lalu, dan ia mengungkapkan bahwa adanya lubang yang dalam di bawah tanah.

Dia menekankan bahwa persoalan ini sangat serius, dan telah berulang kali ia memberikan peringatan akan akibat dari penggalian zionis Israel di bawah masjid Al-Aqsha, dan kembali menegaskan bahwa penggalian tersebut akan menyebabkan runtuhnya masjid Al-Asha, seperti dilaporkan AFP.

Baca lebih lanjut