Protes Perang di Afghanistan, Pejabat AS Mengundurkan Diri

Seorang pejabat AS yang mundur dari jabatannya karena merasa tidak sejalan dengan kebijakan perang berkelanjutan yang digulirkan pemerintah AS di Afghanistan. Matthew Hoh, menjadi pejabat pemerintah AS pertama yang memilih melepaskan jabatannya daripada mengikuti kebijakan perang AS di Negeri Para Mullah itu.

Surat kabar Washington Post menulis bahwa Hoh mengajukan surat pengunduran diri pada bulan September lalu sebagai pejabat senior departemen luar negeri AS yang ditempatkan di provinsi Zabul, Afghanistan. Hoh mempertanyakan alasan kehadiran militer AS di negeri itu.

“Saya sudah tidak mampu memahami dan tidak sudah tidak percaya lagi dengan tujuan kehadiran militer AS di Afghanistan. Saya ragu dan keberatan dengan strategi yang dilakukan AS sekarang dan rencana strategi AS di masa depan. Tapi pengunduran diri saya bukan atas dasar bagaimana kita melakukan perang ini, tapi mengapa dan untuk tujuan apa perang ini dilakukan,” demikian pernyataan yang ditulis Hoh dalam surat pengunduran dirinya yang disampaikan pada kepala personel departemen luar negeri AS.

Baca lebih lanjut

Tidak Ada Lagi CD Porno di Lembah Swat

Saeed Khan harus kehilangan koleksi VCD dan toko VCD nya di Timargarah, ibukota distrik Dir, setelah diserang oleh pejuang Taliban setempat karena dirinya tidak mengindahkan ancaman mereka untuk menghentikan penjualan film porno.

Sekarang Taliban hampir semua telah dikalahkan di provinsi Restivo, dan ia telah bersiap untuk membuka kembali tokonya, namun dirinya bersumpah tidak akan melanjutkan bisnis kotornya tersebut.

“Saya percaya apa pun yang kami hadapi baru-baru ini (migrasi dan kehancuran) itu hanyalah hukuman atas perbuatan-perbuatan buruk kami,” kata Khan kepada IslamOnline.net.

“Kita semua harus belajar dari semua hal itu.”

Ratusan CD dan video dari toko-toko di lembah Swat yang bermasalah dan selatan distrik di Provinsi Perbatasan Barat Utara (NWFP) telah dihancurkan oleh Taliban selama dua tahun terakhir, terutama beberapa bulan sebelum pasukan keamanan meluncurkan operasi besar-besaran di Swat .

Banyak orang kehilangan mata pencarian kotor mereka dalam serangan Taliban ke toko-toko di daerah tersebut.

Baca lebih lanjut

Beginilah Jeritan Hati Prajurit AS di Afghanistan

Berperang dengan tujuan yang tidak jelas membuat banyak tentara AS yang ditugaskan di Afghanistan mengalami depresi berat dan kekecewaan yang mendalam. Mereka banyak yang merasa putus asa dan cuma satu yang mereka inginkan, kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarga.

Pengakuan itu datang dari Kapten Jeff Masengale dari Divisi Gunung ke-10 Batalion Infanteri 2-87 yang dilansir The Times edisi Kamis (8/10). Depresi dan rasa putus asa yang dalam, kata Jeff, membuat moral pasukan AS menurun drastis karena apa tujuan perang ini sebenarnya, tidak jelas.

"Mereka sudah lelah, tertekan, bingung dan ingin segera melewati masa-masa ini," tambah Kampten Sam Rico dari Batalion Artileri Divisi 4-25. Menurut Kapten Rico, tentara-tentara AS merasa telah membahayakan diri mereka sendiri dengan berbagai target yang dibebankan pada mereka.

Baca lebih lanjut