Kampanye Anti Islam dan Umat Muslim Ternyata Didanai Oleh Donatur Pro-Israel

Menurut laporan investigasi yang muncul di stus Politico.com, dana sebesar 920 ribu dolar yang disalurkan melalui Pusat Kebebasan untuk situs Jihad Watch selama tiga tahun terakhir berasal dari Joyce Chernick, seorang tokoh yang sangat pro-Israel.

Laporan berdasarkan sebuah artikel yang diposting di situs Jerusalem Post, yang menyatakan bahwa “Aubrey dan Joyce Chernick, selama bertahun-tahun telah memberikan kontribusi dana untuk berbagai kelompok anti Islam diantaranya adalah Federasi Dewan agung Yahudi Los Angeles, Liga Anti-Fitnah (ADL), Organisasi Zionis Amerika, MEMRI, sebuah kelompok yang mendistribusikan terjemahan inflamasi materi berbahasa Arab. ”

Situs Jihad Watch, didirikan dan dioperasikan oleh Robert Spencer adalah salah satu kelompok yang bertanggung jawab untuk menyebarkan kebencian terhadap umat Islam. Bersama dengan rekannya Pamela Geller, Spencer tidak hanya memberikan kontribusi untuk memicu kebencian terhadap komunitas Muslim, tapi juga sengaja memainkan emosi dari para keluarga korban peristiwa 9/11.

Pasangan ini juga berada di belakang protes terhadap pusat Islam di dekat Ground Zero. Mereka berkumpul di belakang titik yang akan dibangun pusat Islam yang dekat dengan lokasi Ground Zero, namun mereka tidak sensitif terhadap keluarga 9/11 sehingga mengabaikan fakta bahwa ada beberapa keluarga muslim yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam serangan yang sama.

Kampanye kebencian terhadap Islam dan umat Islam telah berkembang selama beberapa bulan terakhir dan telah mengakibatkan adanya kebencian dan kejahatan terhadap umat Islam di seluruh AS. (fq/examiner)

Sumber: eramuslim

Jangan Salah Paham Terhadap Umat Islam

Umat Islam tidak akan pernah memberontak, karena Indonesia ini dibangun oleh para ulama. Jika ada yang akan menghancurkan negeri ini, pasti dilakukan kaum kapitalis yang haus harta

Bung Tomo Membakar semangat arek-arek Suroboyo melawan penjajahHidayatullah.com–Sejauh ini masih ada saja pihak yang salah paham terhadap umat Islam. Bermula dari kasus 11 September 2001, komunitas umat Islam adalah pihak yang cenderung selalu dirugikan sejak peristiwa itu. Mulai dari klaim teroris, fundamentalis, dan radikal. Akan tetapi jika sekiranya pemangku kebijakan di negeri ini mengerti posisi sejarah Indonesia yang sebenarnya, klaim itu tentu tidak akan pernah muncul dan ketakutan yang mencekam sebagian kelompok Islam juga tidak akan terjadi.

Pernyataan ini disampaikan penulis buku-buku sejarah Islam, Tiar Anwar Bachtiar kepada hidayatullah.com, Sabtu (20/2).

Menurut Tiar, secara ajaran, Islam tidaklah menghendaki kekerasan, apalagi antitoleransi. Ditinjau dari sisi historis, Islam hadir di tengah-tengah komunitas multi kepercayaan, ada Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Semua keyakinan itu bisa hidup damai di bawah kekuasaan Islam. Belum lagi gerakan pembebasan Palestina oleh Khalifah Umar Bin Khattab yang tidak setetes pun darah menetes dari para penganut Yahudi dan Nasrani ketika itu.

Sebaliknya, setiap kali Islam melebarkan sayap dakwahnya, maka wilayah-wilayah yang dilalui atau pun dikuasai umat Islam akan menjadi satu wilayah yang progresif, canggih, dan meningkat kesejahteraan rakyatnya.

Baca lebih lanjut