Tafsir Kata ‘Jahiliah’

Assalamualaikum Wr Wb
Ustaz, apakah benar tafsir kata ‘jahiliah’ adalah kebodohan. Apakah sudah ada istilah jahiliah pada zaman jahiliah dahulu. Mohon jelaskan pula contoh-contoh jahiliah menurut Alquran. Terima kasih.

Fatih, Surabaya

Wa alaikumussalam Wr Wb
Terminologi ‘jahiliah’ muncul di dunia setelah periode Islam. Alquranlah yang memunculkan istilah ini. Karena itu, tak satu pun kamus bahasa yang mengangkat istilah jahiliah pada periode pra-Islam. Istilah jahiliah dalam Alquran kemudian dipopulerkan oleh Nabi SAW, seperti ungkapan beliau kepada sahabat Abu Dzar: “Sungguh masih ada dalam dirimu unsur kejahiliahan.”

Perkataan Rasulullah itu diriwayatkan Imam Muslim dari Abdurrahman bin Suweid, berkenaan dengan nasihat Rasulullah kepada Abu Dzar agar memperlakukan budaknya bukan dengan cara-cara jahiliah. Syariat islam yang dipesankan Rasulullah adalah memerintahkan Abu Dzar agar memberi makanan dan pakaian para budak seperti yang dimakan dan dipakai oleh majikan, juga larangan membebani mereka di luar batas kemampuan. Dianjurkan pula menolong dan meringankan beban pekerjaan mereka.

Kata jahiliah dalam Alquran bukan berasal dari akar kata ‘jahl’ yang berarti bodoh, tapi berasal dari kata ‘jaahil’ yang bermakna bertentangan dengan Islam. Karena itu, makna jahiliah menurut Alquran bukan berarti bodoh/tidak berpengetahuan, tetapi yang dimaksud adalah tipis dan rentannya keyakinan seseorang yang dibarengi kelemahan nalar akal sehatnya serta gampang terpengaruh. Kata jahiliah disebutkan sebanyak 24 kali dalam Alquran dan dalam hadis sekitar 500 kali.

Dalam Alquran ada dua kelompok besar kejahiliahan:

1. Jahiliah pemikiran dan keyakinan

a. Dzhonnul jahiliyah/prasangka jahiliah (QS Ali Imran [3]: 154).

Adalah prasangka buruk sebagian orang munafik kepada Allah dan Rasul-Nya pada Perang Uhud sehingga mendatangkan kecemasan dan ketakutan serta keguncangan pikiran dalam menghadapi musuh esok hari yang membuat mereka tak dapat tidur malam. Di sisi lain, ada segolongan Mukmin yang mendapatkan nikmat rasa kantuk di malam sebelum peperangan karena mereka yakin akan kepastian pertolongan Allah.

b.Hukmul jahiliyah/sistem jahiliah (QS al-Maidah [5]: 48-50).

Adalah sikap mental dan keyakinan bahwa sistem dan aturan yang diturunkan Allah (Alquran) tidak tepat bagi kehidupannya sehingga merasa perlu untuk membuat aturan sendiri yang sesuai dengan selera-selera rendah dan akal terbatasnya.

2. Jahiliah perilaku, tindakan, dan etika

a. Tabarrujul jahiliyah/berhias ala jahiliah (QS al-Ahzab [33]: 32-33).

Adalah bergaya hidup dan berpenampilan dengan tren jahiliah pertama, sehingga terkesan bahwa yang mereka lakukan sesungguhnya adalah jahiliah yang kedua, ketiga, dan seterusnya.

b.Hamiyyatul jahiliyah/gengsi jahiliah (QS al-Fath [48]).

Adalah kebanggaan pada simbol-simbol bergengsi jahiliah ketimbang atribut-atribut ketakwaan sehingga melahirkan kesombongan dan mempertontonkan kelemahan akalnya sendiri. Wallahu a’lam bish shawab.

Pengasuh
Ustaz Bachtiar Nasir

Sumber:
Rubrik “Konsultasi Agama
Harian Republika
Rabu, 1 Juni 2011

One thought on “Tafsir Kata ‘Jahiliah’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s