Gadis Muslim 15 Tahun Diterima 13 Kampus AS

Hidayatullah.com–Namanya Saheela Ibraheem, usianya baru15 tahun. Putri seorang imigran asal Nigeria itu bingung hendak melanjutkan sekolah di perguruan tinggi mana, sebab tidak semua kampus bersedia menerima anak seusianya sebagai mahasiswa.

Akhirnya Saheela mendaftarkan diri ke 14 perguruan tinggi, termasuk  tujuh kampus Ivy League — perguruan tinggi paling bergengsi di Amerika.

Hasilnya, ia diterima di 13 perguruan tinggi sekaligus. Termasuk 6 dari tujuh kampus Ivy League. Hanya Universitas Yale yang menolaknya, mungkin karena usianya dianggap masih agak muda.

Meskipun 13 perguruan tinggi menerimanya menjadi mahasiswa, ia harus berdebat berminggu-minggu untuk menentukan satu pilihan. Bimbang antara pilihan MIT dan Harvard, ia lalu mengunjungi kedua kampus itu bulan lalu.

Baca lebih lanjut

Daulah Abbasiyah: Al-Mustanjid, Sang Pembebas Pajak

Daulah Abbasiyah: Al-Mustanjid, Sang Pembebas PajakREPUBLIKA.CO.ID, Dia dilantik sebagai khalifah Bani Abbasiyah ke-32 (1160-1170 M) pada hari meninggalnya sang ayah, Al-Muqtafi. Nama aslinya Yusuf bin Al-Muqtafi. Al-Mustanjid dilahirkan pada 518 H. Ibunya seorang mantan budak dari Karji bernama Thawus.

Di kalangan sejarawan, dia dikenal sebagai sosok khalifah yang adil dan penuh kasih sayang. Dia membebaskan rakyat dari wajib pajak di beberapa wilayah. Bahkan di Irak, bea cukai tidak berlaku sama sekali. Dia adalah sosok yang keras terhadap mereka yang merusak.

Khalifah Al-Mustanjid pernah memenjarakan seorang laki-laki yang melakukan kejahatan terhadap manusia. Kemudian ada seorang kawannya yang datang untuk menebusnya dari penjara dengan uang sebesar 10.000 dinar. Al-Mustanjid berkata, “Aku akan memberikan uang kepadamu sebanyak 1.000 dinar, dengan syarat engkau tunjukkan kepadaku orang semacam ini sehingga aku menangkapnya dan memenjarakannya agar manusia selamat dari kejahatannya.”

Baca lebih lanjut