“Kultwit” tentang Ghazwul Fikriy oleh Akmal Sjafril

“Kultwit” merupakan salah satu istilah yang sering digunakan di kalangan pengguna Twitter di Indonesia, yang merujuk pada “Kuliah Twitter”. Kultwit merupakan serangkaian “tweet” berkesinambungan yang digunakan untuk saling berbagi wawasan, pengetahuan, atau pemikiran mengenai topik tertentu.

Berikut ini saya tampilkan isi kultwit tentang Ghazwul Fikriy (Perang Pemikiran), yang dituliskan oleh Akmal Sjafril pada tanggal 28 Januari 2011 melalui akun twitter beliau (@malakmalakmal) dengan menggunakan hashtag #GhazwulFikriy. Selamat membaca, mudah-mudahan Allah menambahkan ilmu yang barokah bagi kita semua😉

01. Kemarin sy menjadi narasumber di Radio Dakta. Temanya ttg sikap aktivis dakwah thd #GhazwulFikriy

02. Sebagian dr yg sy sampaikan di situ sudah tercantum dlm buku #IslamLiberal101. #GhazwulFikriy

03. Saya yakin banyak yg sdh kenal #GhazwulFikriy. Artinya kurang lebih: Perang Pemikiran.

04. Keterlaluan kalau ada aktivis dakwah yg tdk tahu #GhazwulFikriy. Sebagian harakah menjadikannya bahasan khusus dlm kaderisasi.

05. Tapi kalau soal menerjunkan diri ke dlm kancah #GhazwulFikriy, jawabannya bisa macam2.

06. Dr pengalaman, banyak yg enggan terjun dlm #GhazwulFikriy. Misalnya dlm masalah Islam liberal.

07. Banyak yg tahu kesesatan Islam liberal, tapi banyak juga aktivis dakwah yg tdk mau ikut melawannya. #GhazwulFikriy

08. Bukan krn mereka tdk peduli, tapi karena tidak tahan ‘sakitnya’. #GhazwulFikriy

09. Memang, urusan #GhazwulFikriy sering menyakitkan hati. Di Twitter, aktivis Islam liberal jg rajin menyakiti hati kita, kan?

10. Kita berhadapan dgn org2 yg tdk takut mengatakan Qur’an itu fiktif, Rasulullah saw. salah dan Allah tak peduli.

11. Kalau tak pandai2 mengatur emosi, barangkali kita akan langsung naik darah, atau air mata mendahului kata2. #GhazwulFikriy

12. Di salah satu televisi swasta dulu pernah ada ‘debat’ antara Ulil Abshar-Abdalla dan ust. Athian Ali. #GhazwulFikriy

13. Seperti biasa, diskusi berat sebelah. Kita tahu media akan memihak yg mana. #GhazwulFikriy

14. Ulil bisa ketawa2 saja sambil bilang syariat Islam itu tak ada, sdgkan ust Athian yg istighfar dgn dada sesak. #GhazwulFikriy

15. Bagi org beriman, urusan agama itu memang menyentuh hati. Bahkan disimpan di hati terdalam. #GhazwulFikriy

16. Tp bagi aktivis Islam liberal, yg marah krn agama dihina adalah yg tdk dewasa dlm beragama. #GhazwulFikriy

17. Pemuka Islam liberal lainnya bilang bahwa kita tak usah terlalu serius dalam ber-Islam (whatever that means). #GhazwulFikriy

18. Yg lain lagi bilang bhw Allah, Rasul saw. dan Islam takkan hina meski dihina. Makanya mrk cuek agamanya diinjak2. #GhazwulFikriy

19. Gejala lain yg sering kelihatan adalah pr aktivis dakwah menganggap #GhazwulFikriy itu adalah bab yg ‘advanced’.

20. Akhirnya, kebanyakan merasa takut kalau harus ikut berjuang dlm #GhazwulFikriy. Mrk merasa ilmunya nggak cukup terus.

21. Rendah hati itu mutlak perlu. Kita bergerak dgn kerendahan hati, mrk bergerak atas dasar arogansi. #GhazwulFikriy

22. Justru krn kita tahu mrk arogan itulah harusnya kita pun sadar bhw ilmunya sebenarnya tdk mendalam. #GhazwulFikriy

23. Kepada para aktivis dakwah, saya mengajukan tiga poin untuk dijadikan pertimbangan. #GhazwulFikriy

24. Pertama, #GhazwulFikriy bukan barang baru, dan bukan bab advanced dalam dakwah.

25. Silakan cek Q.S. 15:39-40. Di situ Iblis bersumpah akan menyesatkan seluruh manusia, kecuali yg mukhlish. #GhazwulFikriy

26. Iblis menyesatkan manusia bukan dgn mengajak manusia utk melawan Allah SWT secara langsung. #GhazwulFikriy

27. Metode yg dipakai Iblis (mnrt ayat tadi) adalah: MEMBUAT MANUSIA MEMANDANG BAIK PERBUATAN MAKSIAT.

28. Banyak org tak mau diajak kafir, tp bisa saja cara berpikirnya dirusak sehingga maksiat kelihatan spt kebaikan. #GhazwulFikriy

29. Artinya, sejak awal Iblis memang punya agenda merusak pemikiran kita. Inilah #GhazwulFikriy.

30. Tugas para da’i adalah menjaga umat agar pemikirannya tdk menyimpang sbgmn misi Iblis tadi. #GhazwulFikriy

31. Pertanyaan saya: kalau para da’i tdk terjun dlm #GhazwulFikriy, lantas apa lagi tugas mereka?

31. Kedua, saya ingin katakan bhw #GhazwulFikriy memang kebanyakan tdk menyerang para da’i. Yg dibidik adalah org2 awam.

32. Pemikiran sesat masuk dr segala pintu dan sudah tiba di pekarangan kita. #GhazwulFikriy

33. Islam liberal sudah muncul di TV, radio, koran dan majalah. Akankah kita mengasingkan diri saja? #GhazwulFikriy

34. Ingatlah bhw yg menonton TV, mendengarkan radio dan membaca koran dan majalah itu adalah termasuk kerabat kita jg. #GhazwulFikriy

35. Jika kita berdiam diri, bisa jadi anak atau saudara kita sendiri terjerumus ke dalamnya. #GhazwulFikriy

36. Apakah orang tua para aktivis Islam liberal itu juga berideologi Islam liberal? Belum tentu! #GhazwulFikriy

37. Diamnya para da’i adalah terbukanya pintu bagi berbagai kemaksiatan. Terimalah tanggung jawab itu. #GhazwulFikriy

38. Ketiga, masalah #GhazwulFikriy sebenarnya bisa kita jadikan entry point yg sangat strategis bagi gerakan2 dakwah.

39. Dlm wacana #GhazwulFikriy, biasanya umat Islam bersatu padu.

40. Melawan orientalis, misionaris, zionis, dan liberalis, semua bersatu. Tdk ada beda mazhab, apalagi partai. #GhazwulFikriy

41. Jika mengaku aktivis dakwah yg ikhlas berjuang krn Allah, maka persatukanlah umat dgn wacana ini. #GhazwulFikriy

42. Saya tdk mengalami kesulitan merangkul berbagai pihak dlm #GhazwulFikriy melawan Islam liberal.

43. NU, Muhammadiyah, Persis, DDII, tarbiyah, hizbut tahriir, salafi, semuanya kompak dlm urusan ini. #GhazwulFikriy

44. Tidakkah lebih baik jika kita mengutamakan hal2 yg bisa kita sepakati bersama seperti ini? #GhazwulFikriy

45. Para da’i wajib mentransfer ilmunya kepada umat agar masing2 bisa terjun dlm #GhazwulFikriy.

46. Agama itu bukan hanya soal cara shalat, shaum, zakat dst., tapi hrs sampai pd cara berpikir. #GhazwulFikriy

47. Mengapa kita terus-menerus dlm posisi terdesak dlm #GhazwulFikriy, pdhal Islam seharusnya mengubah cara berpikir kita?

48. Jika kita memiliki kerangka berpikir yg kokoh, maka musuh2 Islam-lah yg harusnya terdesak. #GhazwulFikriy

49. Sudah saatnya kita menekan balik. #GhazwulFikriy bukan barang baru. Kita punya modal lebih dari cukup.

50. Jadilah mujahid yg tidak gamang dalam #GhazwulFikriy. Bersama Allah, kemenangan adalah sebuah keniscayaan.

*Baru sadar, ternyata “Nomor 31”-nya dobel, hehehe😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s