NU Jatim Prediksi Lebaran 2010 Bersamaan

Hilal akan sulit dirukyat akibat konjungsi (pertemuan matahari dan rembulan) terjadi pada pukul 17.20 WIB

Hidayatullah.com–Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memprediksi Lebaran 2010 akan jatuh pada waktu bersamaan karena konjungsi (ijtimak) terjadi pada Rabu (8/9) pukul 17.20-17.30 WIB.

“Hilal akan sulit dirukyat akibat konjungsi (pertemuan matahari dan rembulan) terjadi pada pukul 17.20 WIB. Kalau malam, rukyat akan sulit,” kata Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Hasjim Abbas kepada ANTARA di Surabaya, Sabtu.

Kendati demikian, kata ahli falaqiah (astronomi) PWNU Jatim itu, PWNU Jatim akan tetap melaksanakan rukyatul hilal (melihat hilal/rembulan muda secara kasat mata) di sejumlah daerah.

Lokasi “rukyatul hilal” NU se-Jatim antara lain Bukit Condro Dipo Gresik, Pantai Kenjeran Surabaya, Pantai Serang Blitar, Pantai Ngliyep Malang, Pantai Gili Ketapang Probolinggo, Pantai Tanjung Kodok Lamongan, Pantai Plengkung Banyuwangi, Pantai Gebang Bangkalan, Pantai Ambat Pamekasan, dan sebagainya.

“Itu (rukyat) karena NU berpedoman pada `rukyat bin-nadzar` (melihat hilal dengan mata telanjang), sedangkan Muhammadiyah berpedoman pada `rukyat bil ilmi` (melihat hilal dengan ilmu matematika),” katanya.

Namun, katanya, secara matematik tampaknya usia Ramadhan akan “istikmal” (digenapkan/disempurnakan) menjadi 30 hari, sehingga awal Syawal 1431 Hijriah akan bertepatan dengan 10 September 2010.

“Biasanya, kalau usia Sya`ban dalam kalender 29 hari, maka Ramadhan akan berusia 30 hari. Apalagi, `konjungsi` akan terjadi pada pukul 17.20 WIB, sehingga rasanya mustahil melihat hilal pada malam hari,” katanya.

Secara matematik, katanya, `konjungsi` pada pukul 17.20 WIB atau bahkan lebih itu akan membuat hilal sulit dilihat, karena matahari sudah terbenam, sehingga ukuran hilal menjadi kurang dari satu derajat dan kemungkinannya adalah “istikmal” (digenapkan) 30 hari.

Ditanya kemungkinan Arab Saudi akan mampu melihat hilal, dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menilai kemungkinan itu bisa terjadi, mengingat perbedaan waktu antara Indonesia dengan Arab Saudi berkisar empat jam lebih.

“Tapi, kalau Arab Saudi sudah berlebaran, maka hal itu tidak dapat disamakan dengan Indonesia, sebab perjalanan matahari itu tidak sama. Kalau di Arab Saudi siang, maka di Indonesia mungkin sudah malam, kalau di Arab Saudi malam, maka di Indonesia sudah pagi,” katanya.

Secara terpisah, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim H Nadjib Hamid menyatakan PWM Jatim telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 Hijriah jatuh pada Jumat, 10 September 2010.

“Alasannya, ijtimak (konjungsi) akhir Ramadhan atau 29 Ramadhan terjadi pada Rabu (8/9) pukul 17.31 WIB, sehingga posisi hilal di bawah ufuk atau minus dua derajat, sehingga kalender akan genap 30 hari,” katanya kepada ANTARA. [ant/hidayatullah.com]

Sumber: Hidayatullah.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s