Kekuatan Hasballah

flickr.com

Oleh Wiyanto Suud

Manusia tidak akan pernah mampu melawan setiap bencana, menaklukkan setiap derita, dan mencegah setiap malapetaka dengan kekuatannya sendiri. Mereka akan mampu menghadapi semua itu dengan baik, hanya jika menyerahkan semua perkara kepada Allah SWT.

Jika demikian halnya, maka kalimat hasbalah merupakan salah satu ucapan terbaik bagi yang senantiasa mengharapkan pertolongan-Nya. Kalimat  hasbalah berbunyi  Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’mal natsir (cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung).

Bacaan hasbalah itu pula yang diucapkan oleh Rasulullah SAW ketika sedang kesulitan akibat pengepungan selama beberapa minggu oleh pasukan Ahzab dalam perang Khandaq di Kota Madinah. Dengan bacaan tersebut, Rasul SAW dan umat Islam pun keluar sebagai pemenang.

Alquran mengabadikan peristiwa tersebut dalam surat Ali Imran [3]: 173, ”Yaitu orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka.’ Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, ‘Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung’.”

Baca lebih lanjut

Ketersediaan Buku tak Jamin Keberhasilan Pendidikan Agama

(Seminar Perkembangan Buku Keagamaan)

TOKO.BUKU.PUSTAKA-ISLAM.NET


BOGOR–Tak dapat disangkal bahwa di Indonesia, setidaknya mulai pada paruh dua dekade terakhir, penerbitan buku-buku agama Islam telah mengalami perkembangan yang sangat luar biasa. Ini mungkin dipacu dan dipicu dengan booming-nya para cendekia lulusan perguruan tinggi dalam dan luar negeri telah melahirkan para penulis dan penerjemah yang sangat produktif. Sayangnya, ketersediaan buku ini tidak sertamerta menjamin keberhasilan pendidikan agama. Ini ditegaskan Mudjahid, pengajar di UIN Syarif Hidayatullah pada seminar bertajuk ‘Peta Perkembangan Perbukuan Keagamaan pasca-Reformasi’ di Bogor, kamis (18/2).

”Ketersediaan buku, memang tidak sertamerta taken for granted dapat menjamin keberhasilan pendidikan agama, memberikan pencerahan atau mampu membawa perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik,” tandas Mudjahid. Pada sisi ini menurutnya, ada tantangan bagi penerbit, penulis dan penterjemah untuk mampu menghadirkan buku bermutu dengan isi menarik dan aspiratif bagi khalayak. ”Mungkin banyak cara dapat disiasati untuk menarik perhatian masyarakat terhadap buku dan sekaligus membangkitkan minat baca serta membeli dan memiliki buku.

Baca lebih lanjut