Pembinaan Mualaf Belum Terstruktur

Jumlah Mualaf Indonesia Tumbuh 10-15 Persen per tahun

WORDPRESS

Muhammad Syafii Antonio, Penasihat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI)

JAKARTA– Pembinaan mualaf di Indonesia memiliki peran penting dalam meningkatkan keimanan mereka. Sayangnya, pembinaan bagi para mualaf masih belum terstruktur. ”Seharusnya, pembinaan terhadap mualaf dilakukan lebih terstruktur,” kata Penasihat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Muhammad Syafii Antonio, di Jakarta, Rabu.

Syafii yang berbicara saat Workshop Pembinaan Mualaf, mengatakan, saat ini pendekatan pembinaan mualaf juga belum menggunakan pendekatan spiritual ataupun intelektual. Mestinya, kata dia, kedua hal itu digunakan dalam pembinaan terhadap mualaf. Bahkan, bisa dilakukan melalui pendekatan yang lebih lengkap.

Menurut Syafii, yang juga dikenal sebagai pakar ekonomi syariah itu, pendekatan finansial juga bisa digunakan dalam melakukan pembinaan terhadap mualaf, selain pendekatan sisi spiritual dan intelektual. Ia mengungkapkan, saat ini pola pembinaan terhadap mualaf sama seperti pergi ke majelis taklim biasa.

Padahal, ungkap Syafii, mualaf datang dari latar belakang intelektual yang berbeda. ”Jika seorang mualaf memiliki latar belakang atau memiliki keahlian di bidang pertanian, misalnya, pembinaan iman terhadapnya bisa dengan pendekatan melalui ayat-ayat yang membahas tentang pertanian,” katanya.

Syafii mengatakan, hal yang sama bisa dilakukan terhadap para mualaf yang berlatar belakang lainnya. Langkah seperti ini tak menjadi masalah. Sebab, ujar dia, Islam membahas setiap hal yang ada di dunia ini. Ia menambahkan, sering pula para mualaf itu datang dari kondisi yang kompleks, tempat mereka kurang dalam iman, ilmu, dan finansial.

Dengan demikian, jelas Syafii, pembinaan terhadap mualaf jika mestinya mampu mengatasi kondisi kompleks yang dihadapi para mualaf tersebut. ”Ini artinya, selain memberikan pembinaan dalam bidang ilmu dan iman kepada para mualaf, kalau bisa kita juga memberikan pekerjaan kepada mereka,” katanya.

Syafii mengungkapkan pula, sekarang ini pembinaan mualaf masih menyamaratakan latar belakang mereka. Padahal, mereka memiliki latar belakang pemahaman yang berbeda terhadap Islam. Oleh karena itu, sebaiknya mereka tak diberikan buku pedoman tentang keislaman yang sama.

Untuk mengatasi masalah tersebut, jelas Syafii, mekanisme tes awal perlu dilakukan terhadap para mualaf. Melalui tes itu, selanjutnya bisa diketahui sejauh mana seorang mualaf memiliki pemahaman tentang Islam. Dan, pembinaan dilakukan berdasarkan tingkat pemahaman yang mereka miliki.

Syafii mengatakan, dengan kondisi seperti inilah diperlukan silabus atau kurikulum sebagai panduan dalam pembinaan terhadap mualaf. Yaitu, semacam kurikulum berjenjang yang disesuaikan dengan tingkatan pemahaman tentang keimanan Islam. Selain itu, ia menyatakan pula bahwa jumlah mualaf di Indonesia dari tahun ke tahun bertambah.

”Perkiraan kami, pertumbuhan mualaf Indonesia sekitar 10-15 persen setahun di seluruh Indonesia,” ujar Syafii. Ia mengakui, memang belum ada data yang valid sebab belum ada sistem pelaporan jika seseorang pindah agama dan memeluk Islam. Sedangkan angka kasar jumlah mualaf dari PITI pada awal 2010 ini, mencapai lebih dari satu juta orang.

Pembina PITI yang juga staf Puslitbang Bimas Islam Kementerian Agama, Ahmad Syafii Muhfid, mengatakan hal yang sama. Menurut dia, panduan untuk para mualaf harus disusun lebih terstruktur. Pembinaan disesuaikan dengan pemahaman keimanan Islam awal dari para mualaf yang bersangkutan.

Sementara itu, Ketua Umum PITI, Syarif Tanudjaja, mengatakan, karena masih belum adanya pedoman untuk pembinaan mualaf, tak jarang keimanan para mualaf tak terbangun dengan baik. Ia pun prihatin dengan sejumlah kasus kembalinya para mualaf ke agamanya semula.

Sumber: Republika Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s