PPP Tolak Uji Materi UU Penodaan Agama

JAKARTA–Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menolak uji materi (judicial review) terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1965 tentang Penyalahgunaan dan Penodaan Agama. PPP menilai uji materi seperti yang diajukan tujuh lembaga swadaya masyarakat (LSM) pada Mahkamah Konstitusi (MK), berpotensi menghapus UU tersebut. Jika sudah begitu, berpotensi pula terjadi kekacauan dalam kehidupan beragama di negeri ini. Sebab, siapa pun bisa menyalahgunakan atau menodai agama tertentu dengan alasan demokrasi dan hak asasi manusia.

Demikian diungkapkan Ketua Majelis Syariah Dewan Pimpinan Pusat PPP, KH Nur Muhammad Iskandar, dalam pidatonya pada Halaqah Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan di kantor Partai, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (20/1).

Menurut Kiai Nur —panggilan akrab KH Nur Muhammad Iskandar— pihaknya akan mengajukan permohonan serupa untuk meminta agar MK membatalkan uji materi UU tersebut. ”Kita akan menyuarakan ketidaksetujuan kita, sehingga Mahkamah Konstitusi juga berpikir bahwa ada di antara umat atau warga negara Indonesia yang tidak setuju (atas penghapusan UU tersebut). Jangan hanya mereka (tujuh LSM) yang menuntut,” terang Kiai Nur.

Di negara hukum dan demokrasi seperti Indonesia, imbuhnya, setiap warga negara memiliki hak untuk mengemukakan pendapat, termasuk menuntut penghapusan UU Penyalahgunaan dan Penodaan Agama. Namun, setiap warga negara juga berhak menolaknya, meski tetap harus berdasar aturan dan hukum yang berlaku. Karena itulah, PPP akan melakukan penolakan uji materi itu melalui prosedur hukum yang berlaku. ”Jadi, kita juga harus melawan dengan argumentasi hukum,” tambahnya.

Penolakan PPP bukan tanpa dasar. Kiai Nur menilai, tujuh LSM yang mengajukan permohonan uji materi itu menginginkan agar semua agama dan kepercayaan diperbolehkan hidup dan berkembang di Indonesia. ”Pendeknya, mereka menuntut kesetaraan. Tidak ada diskriminasi terhadap agama apa pun. Semua agama boleh hidup,” jelasnya.

Hal-hal semacam itulah yang dikhawatirkan dapat mengganggu kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Jika semua diberi kebebasan tanpa aturan, tentu sangat membuka peluang terjadinya penyalahgunaan atau penodaan terhadap agama tertentu.

Ia menyebut kasus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang dinilainya termasuk bagian dari contoh penyalahgunaan atau penodaan terhadap agama Islam. Ahmadiyah mengaku sebagai bagian dari agama Islam namun di saat yang sama tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai rasul terakhir.

Jika UU tersebut dihapuskan, maka pemerintah tidak berhak untuk melarang aktivitas JAI. Mereka pun dibiarkan berkembang seperti halnya agama-agama lain yang dilindungi di Indonesia. ”Seperti Ahmadiyah, pemerintah tidak boleh mengintervensi mereka, pemerintah tidak boleh melanggar hak mereka (jika UU itu dihapus),” tegasnya.

Pada 17 November 2009, tujuh LSM mengajukan uji materi UU itu karena dinilai diskriminatif. Mereka, antara lain, Setara, Imparsial, YLBHI, PBHI, Elsam, Desantara Foundation dan Demos. Ketujuh LSM itu juga didukung beberapa tokoh nasional, di antaranya, (almarhum) KH Abdurrahman Wahid, Siti Musdah Mulia, Dawam Raharjo dan KH Maman Imanul Haq.

Menurut mereka, UU itu menunjukkan adanya pembedaan terhadap agama seperti Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu, dan agama-agama atau aliran keyakinan lainnya, terutama dalam Pasal 1 yang berbunyi: “Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan, atau mengusahakan dukungan umum untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan agama itu”.

Sumber: Republika Online

One thought on “PPP Tolak Uji Materi UU Penodaan Agama

  1. mungkin ini merupakan sebuah langkah yang pada akhirnya akan mengubah bangsa Indonesia menjadi sebuah bangsa sekuler.. sedikit informasi beberapa contoh negara sekuler adalah Amerika Serikat dan Turki… dari situ kita bisa lihat bahwa sekulerisme membiarkan manusia menentukan AGAMA yang dianutnya… suatu hal yang mungkin bisa menjadi pisau bermata 2.. mari kita lihat kelanjutannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s