Kita Tak Pantas Mengeluhkan Hujan..

Hujan

“Aduuuh, hujan lagi hujan lagi..”

“Yaah hujan, gagal deh rencanaku hari ini..”

“Alhamdu lillaah, akhirnya turun hujan.. Kalau tidak kunjung hujan, bisa-bisa gagal panen lagi sawah ini..”

 

Hanya Allah SWT yang Maha Tahu terhadap apa saja yang terbaik untuk hamba-hambaNya. Kita ini masih terlalu sering mengeluh dan tidak menyadari bahwa hujan itu terlalu berharga untuk tidak disyukuri…

(Malang, 9 Januari 2010 – 16:35 WIB)

Artikel terkait:
Fenomena Hujan dalam Alquran (www.ikadi.org)
Gambar: Wikimedia

Bahaya Aliran Sesat dan Menyesatkan


Sering kali umat Islam di Indonesia dikejutkan dengan munculnya aliran-aliran yang sesat, menyesatkan, dan membuat keresahan serta kegelisahan. Hampir tiap tahun (seolah-olah terprogram dan terencana) aliran-aliran tersebut bermunculan dengan nama yang berbeda-beda, meskipun secara substansi sama. Yakni, aliran yang pemimpinnya mengaku mendapatkan wahyu dari Allah sehingga mengaku menjadi nabi, mengaku menjadi Isa al-Masih, mengaku mampu berkomunikasi dengan malaikat Jibril, dan hal-hal lain yang bagi umat Islam sudah final dan tetap, tidak boleh diperdebatkan dan diikhtilafkan, karena semuanya sudah dijelaskan secara gamblang, baik dalam Alquran maupun sunah Nabi serta kesepakatan mayoritas atau jumhur ulama (ijma ulama).

Bahkan dalam praktik ibadah, aliran-aliran tersebut berani menciptakan aturan dan tata cara tersendiri, yang secara jelas menyimpang dari aturan Islam yang sebenarnya. Misalnya, tidak wajibnya shalat, shalat boleh menghadap ke arah mana saja, ibadah haji tidak perlu ke Makkah. Masalah-masalah tersebut sesungguhnya sudah masuk pada masalah qath’i dan pasti, yang apabila orang berpendapat lain, dapat dianggap murtad dan kufur, seperti halnya mengaku menjadi nabi dan rasul. Padahal Alquran secara tegas menyatakan bahwa Muhammad SAW adalah nabi dan rasul yang terakhir, sebagaimana yang diungkapkan dalam QS Al-Ahzab: 40.

Baca lebih lanjut

Free Download: “SalafiDB”, Free Software Bagi Para Thullabul ‘ilm

Al-QuranApa itu SalafiDB?

SalafiDB adalah perangkat lunak (software) yang berisikan Al-Qur’an, ribuan Hadits dan artikel-artikel salafi. SalafiDB merupakan perangkat lunak gratis yang sangat cocok bagi para Thullabul ‘ilm (pencari ilmu).

Dengan dilengkapi fasilitas telusur (search) dan jelajah (browse) seluruh dokumen, SalafiDB insya Allah akan membantu anda dalam memahami Al-Qur’an dan Assunnah.

Fitur-Fitur yang Disediakan

  • Tidak perlu koneksi Internet (indeks disimpan di harddisk anda).
  • Telusur Al-Qur’an, Hadits dan artikel terpadu.
  • Hasil telusur diurut berdasarkan skor kedekatan (mirip Google).
  • Telusur Al-Qur’an dengan transliterasi.
  • Tayangan visual hubungan antardokumen.
  • Analisa secara tata-bahasa ayat-ayat Al-Qur’an.
  • Editor cetak.
  • Jelajah (browse) seluruh isi dokumen (mirip tampilan e-book)
  • Preferensi tema tampilan tema.
  • Index dan tema update.

Selamat mengunduh (download) software ini, semoga dapat memberikan ilmu yang bermanfa’at, yang dengan menyebarkannya dapat menjadikan amalan yang tak terputus pahalanya meski nyawa telah tercabut. Insyaa-aLlah.

Untuk mengunduh SalafiDB versi terbaru, silakan klik di sini.

Sangat dianjurkan mendistribusikan software ini untuk tujuan dakwah.

Sumber: salafidb.googlepages.com

Wajibkah MUI Mencabut Fatwa Haramnya Pluralisme?

Pluralisme kembali menjadi perbincangan. Semua media cetak menjadikan pluralisme sebagai berita utama. Pluralisme kembali mencuat terutama setelah Presiden SBY memberikan gelar Gus Dur sebagai “Bapak Pluralisme” yang patut menjadi teladan seluruh bangsa.

Kalangan liberal, salah seorang tokoh aktivisnya, Zuhairi Misrawi, menulis bahwa dalam rangka memberikan penghormatan terhadap Gus Dur sebagaimana dilakukan oleh Presiden SBY akan sangat baik jika MUI mencabut kembali fatwa pengharaman terhadap pluralisme.

Pertanyaannya, bagaimana dengan MUI sendiri yang dalam fatwanya No.7/MUNAS VII/MUI/11/2005 telah dengan jelas-jelas menyebutkan bahwa sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme ( sipilis) adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, dan umat Islam haram mengikuti paham tersebut? Lebih penting lagi, bagaimana sesungguhnya pluralisme menurut pandangan Islam?

Baca lebih lanjut