Menteri dan Pemain Bola

Apa perbedaan antara para pemain bola dengan menteri-menteri yang terpilih? Tentu saja mereka berbeda dari segi tempat berkiprah. Kita tidak perlu membahasnya. Tapi ketika pengumuman kabinet beberapa waktu lalu, nampak perbedaan dari mental politisi dengan pemain sepakbola.

Para pemain sepakbola, bekerja keras, mati-matian mencetak gol atau mempertahankan gawang. Dan ketika salah satu diantara mereka mencetak gol atau menggetarkan jala lawan, mereka bergembira, sujud syukur dan meluapkan rasa. Sementara para politisi atau orang-orang yang namanya disebut sebagai menteri, mereka belum bekerja, mereka belum mencetak angka, mereka belum membuat gol, bahkan mereka belum dilantik dan disumpah. Tapi mereka sudah berani sujud syukur!

Lalu apa yang mereka syukuri? Jabatan sebagi seorang menteri? atau sesuatu dibalik jabatan itu?

Betapa syukurnya mereka nampak di siaran langsung televisi yang dipancarkan ke seluruh Indonesia. Mereka sedang mensyukuri jabatan!

Baca lebih lanjut

Perang Pemikiran (Ghazwul Fikri), Bagian ke-1

Amang Syafrudin, Lc.
Oleh: Amang Syafrudin, Lc.

dakwatuna.com – Kesadaran terhadap adanya musuh membuat kita semakin peka terhadap apa yang sebenarnya terjadi dan saat itulah kita akan terbebas dari tipu daya atau paling tidak kita mampu mengantisipasi tipu daya yang mungkin terjadi pada diri kita yang akan mencelakakan kita. Salah satu di antara permasalahan yang paling penting untuk disadari oleh umat Islam khususnya pada saat sekarang ini adalah tentang ghazwul fikri (perang pemikiran) yakni suatu inovasi pemikiran atau suatu gerakan yang sangat hebat dalam persoalan pemikiran.

Perang pemikiran menyangkut berbagai aspek kehidupan manusia. Tidak hanya mengenai masalah-masalah ilmu pengetahuan, tapi juga seluruh dimensi kehidupan diawali dengan pemikiran itu sendiri. Terutama persepsi yang seringkali kita munculkan, seringkali kita dengar dari orang-orang, itu jelas merupakan bagian dari proses yang sedang digarap dalam proses Al Ghazwul Fikri.

Penting kita melihat bagaimana sebenarnya kondisi umat Islam sekarang ini. Banyak sekali kemunduran-kemunduran, khususnya pada abad-abad terakhir ini. Setelah umat Islam di masa-masa kejayaannya pertama di masa Rasulullah saw, kemudian masa para sahabatnya. Dilanjutkan para tabiin dan tabiin sampai 7 abad berikutnya. Sampai kemudian dilanjutkan lagi dengan peradaban di Andalus sebagai inspirasi dari renaissance yang terjadi di barat. Renaissance dalam Islam ada 2 yaitu: Baca lebih lanjut