Muhammad Arifin Ilham: Perbanyaklah Zikir

Ustadz Arifin Ilham
Allah menyediakan beragam kenikmatan bagi mereka yang senantiasa memperbanyak zikir dan memohon ampunan kepada-Nya.

Dalam 10 tahun terakhir, kegiatan dan semangat keberagamaan umat Islam Indonesia, tampak semakin menonjol. Hal ini terlihat dari maraknya kegiatan keagamaan, seperti zikir, selawat, dan istigasah, sebagai media untuk bermunajat kepada Allah. Jumlah jamaahnya pun mencapai puluhan ribu orang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di berbagai tempat, seperti masjid, lapangan, atau kantor-kantor pemerintahan, baik di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, maupun pelosok daerah lainnya. Tujuannya adalah mengevaluasi diri (muhasabah) agar kehidupan di masa depan menjadi semakin baik. Dan, kegiatan itu tidak hanya dilaksanakan pada saat bencana terjadi, tetapi juga saat pergantian tahun baru. Seperti yang dilakukan Republika pada Kamis (31/12) malam di Masjid At-Tiin, TMII, Jakarta.

Salah satu tokoh yang memopulerkan kegiatan majelis zikir itu adalah Ustaz Muhammad Arifin Ilham , pimpinan Majelis Az-Zikra. Kegiatan dan sosok ustaz muda asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini, memberikan semangat baru bagi umat untuk memperbanyak amal ibadah kepada Allah SWT.

”Banyak manfaat yang bisa diraih dari muhasabah atau zikir. Hati menjadi lebih tenang dan rahmat Allah akan senantiasa menyertai orang-orang yang mengamalkan,” jelas alumnus Fisip Unas, Jakarta ini.

Berikut petikan wawancara  Republika dengan Ustaz Muhammad Arifin Ilham, seputar keutamaan berzikir dan pentingnya bermuhasabah, yang dirangkum dalam sejumlah kesempatan.

Ustaz, berbagai ujian dan cobaan senantiasa mendera negeri kita tercinta ini. Apakah ini merupakan peringatan dan teguran dari Allah SWT?
Kita harus segera berhijrah. Hijrah  ruhiyah, aqliyah, lisaniyah, dan  jasadiyah, semua harus dilakukan. Hijrah  ruhiyah, semakin mendekat kepada Allah. Hijrah  aqliyah, semakin pandai membaca peringatan-peringatan Allah dari bahasa-bahasa alam ini. Sungguh telah tampak kerusakan di darat dan lautan karena tingkah laku manusia, agar merasakan akibat perbuatan mereka. Semua itu supaya mereka kembali kepada Allah. Jadi, peringatan itu adalah bentuk kasih sayang Allah SWT. Orang Mukmin harus pandai membaca bahasa peringatan dari Allah.

Kemudian, hijrah  lisaniyah, perbanyaklah bicara kebaikan, jangan berdusta, bergibah (bergunjing–Red), menghina, memfitnah, jangan sumpah palsu. Negeri ini paling banyak sumpahnya. Ada empat azab yang disegerakan di dunia.  Pertama, orang yang durhaka kepada kedua orang tua.  Kedua, orang yang jahat kepada orang yang sangat baik kepadanya. Istri kepada suami atau sebaliknya, pejabat dengan rakyatnya, atas dengan bawahannya, dan lain sebagainya.

Ketiga, orang yang keterlaluan kezalimannya. Sangat zalim sehingga banyak korban karena perbuatannya. Lihat, Firaun dan Qorun, mereka keterlaluan kezalimannya.  Keempat, orang yang bersumpah palsu. Bersumpah atas nama Allah kemudian dia ingkari sumpah itu. Ini sumpah para pejabat.

Kita semua harus mengambil pelajaran. Dalam Alquran digambarkan,  Wa laa hum yadzdzakarun (Mereka tetap tidak mengambil peringatan). Karena itu, Allah akan selalu menguji mereka dengan ujian yang lebih besar.

Lalu, apa yang mesti kita lakukan?
Marilah kita introspeksi diri, bermuhasabah, berzikir, dan beristigfar (memohon ampunan) kepada Allah. Menurut saya, bahasa yang paling tepat untuk mengingatkan ini bukan lagi introspeksi. Itu terlalu halus. Yang tepat adalah interogasi diri! Istilah saya interogasi diri. Jadi, harus interogasi diri. Bahasa ini harus dimunculkan. Dan, ini harus semua orang melakukannya.

Apa maksud hijrah jasadiyah ?
Hijrah  jasadiyah, artinya semua kekuatan fisik, politik, ekonomi, sosial, budaya, komponen bangsa ini yang menjadi amanah Allah yang dicanangkan dalam kemerdekaan, ”Berkat rahmat Allah”, mari kita olah bersama dengan mewujudkan keseriusan, taat. Ini yang hilang dari kita selama ini. Hijrah, meninggalkan sesuatu yang dilarang oleh Allah dan melaksanakan totalitas segala perintah dari Allah. Jadi, hijrah jangan hanya dimaknai secara fisik, hijrah itu pindah dari Makkah ke Madinah.

Hijrah itu  minazh zhulumati ilannur, dari kegelapan menuju cahaya-Nya, dari kemaksiatan kepada ketaatan.  Walaw anna ahlalqura amanu wattaqaw lafatahna ‘alaihim barakatin minassama’i wal ardi. (QS Al-A’raf [96], ”Dan seandainya penduduk suatu negeri benar-benar beriman dan benar-benar bertakwa kepada Allah maka Allah turunkan keberkahan dari langit dan bumi. Hujan yang teratur, musim yang teratur, kemudian dari bumi tumbuh tanaman pertanian subur, tidak ada bencana, tidak ada hama, tidak ada erosi, dan seterusnya. Tidak ada gunung meletus, tidak ada lumpur, semua lancar. Berkah langit bumi, kalau bertakwa dan tidak dirusak. Takwa itu hubungan secara vertikal dan horizontal. Orang selama ini mengartikan takwa itu hubungan kepada Allah saja.

Untuk konteks saat ini, memperingati tahun baru Hijriah dan tahun baru Masehi. Apa yang harusnya dilakukan setiap Mukmin?
Perbanyaklah zikir, muhasabah kepada Allah SWT. Mengapa? Pergantian tahun, berarti menunjukkan makin bertambahnya umur kita, tapi semakin berkurang jatah hidup kita. Karena itu, segeralah perbaiki diri agar bisa menjadi orang lebih baik di masa-masa mendatang.

Muhasabah menjadi karakter utama dari pribadi Mukmin. Surat Al Hasyr ayat 21, ”Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa-apa yang pernah ia perbuat untuk hari esoknya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.”

Jadi, tanda keimanan seorang Mukmin, yakni terus menghisab (mengevaluasi–Red) dirinya. Kemudian, dengan kesadaran dalam hidup ini, dia memanfaatkan waktu untuk mengumpulkan bekal di akhirat. Karena, kehidupan akhirat selama-lamanya dan dunia ini cuma sebentar. Nah, waktu yang sebentar inilah harus digunakan untuk terus-menerus melakukan muhasabah.

Mengapa muhasabah itu harus pada tahun baru?
Oh, tidak. Muhasabah itu harus dilakukan setiap saat, tidak hanya pada tahun baru. Itu lintas waktu. Tidak terikat dengan tahun baru. Setiap shalat itu muhasabah, setiap zikir muhasabah, setiap tahajud muhasabah, setiap wudhu muhasabah.

Umur itu bertambah, tapi usia berkurang. Apa yang sudah berlalu tidak bisa dibayar walapun ada yang mau membayar waktu seharga dunia dan segala isi,  nggak akan berbalik yang namanya waktu. Maka itu,  wal-ashr jangan diterjemahkan, demi masa. Tapi, lebih menukik, demi detik, demi menit, demi jam ini, kita dalam keadaan merugi kecuali dalam amal saleh.

Jadi, muhasabah itu tidak harus menunggu tahun baru. Dan, orang Mukmin akan selalu bermuhasabah dan melakukan perbaikan diri. Tiada yang disukai orang Mukmin kecuali perbaikan. Maka itu, orang Mukmin sangat terbuka dengan kritikan. Dia siap untuk diperbaiki. Dan, ciri orang munafik, salah satunya adalah tidak mau mengalah.

Momentum tahun baru sangat tepat untuk memperbaiki diri. Daripada berbuat yang tidak baik, lebih baik kita berzikir, introspeksi diri, memohon kepada Allah, agar kehidupan di masa depan menjadi lebih baik.

Mengapa harus dengan berzikir?
Zikir itu artinya ingat. Ingatlah, waktu yang telah diberikan. Apa saja yang telah kita lakukan atas umur yang diberikan Allah, dan ke mana kita gunakan waktu itu? Maka itu, kita disuruh berzikir. ”Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”

”Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.”

Jadi, berzikir itu agar kita diberikan jalan terbaik menuju cahaya Allah. Dan, selain itu, kita juga berharus bertobat dan memohon ampun kepada Allah. Semua orang harus bertobat. Umat bertobat, pemerintah juga harus bertobat. Semua harus bertobat. Dan, bertobat itu harus dengan hati yang bersih dan dilakukan dengan sepenuh hati. Itulah yang dinamakan dengan  taubatan nasuha, tobat yang sebenar-benarnya. Pertobatan itu harus langsung diikuti dengan memperbaiki keimanan, berbuat amal kebajikan, mencintai sesama, saling membantu sesamanya, serta bekerja keras.

Apa manfaatnya zikir berjamaah?
Ada banyak hidangan Allah yang akan tersaji untuk mereka yang berzikir secara berjamaah. Sajian hidangan Allah ini akan kita nikmati tak hanya di dunia saat ini, tapi juga kelak nanti di akhirat.

Sabda Rasulullah SAW, ”Apabila kamu melintasi taman-taman surga maka hendaklah engkau singgah.” Para sahabat bertanya, ”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab, ”Kumpulan-kumpulan orang yang berzikir.” Pada riwayat lain dikatakan, ”Majelis-majelis zikir.” (HR at-Tirmidzi dan Imam Ahmad).

Dan, di antara manfaat dengan zikir berjamaah, yaitu kita mengakui kesalahan kita bersama-sama. Allah akan memberikan ampunan dan pahala yang besar kepada mereka yang berzikir.”Dan, laki-laki yang banyak berzikir kepada Allah, maka Allah akan sediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS al-Ahzab, 33: 35).

”Suatu kaum tidak berkumpul di rumah-rumah Allah (masjid-masjid) dan berzikir kepada Allah Taala dengan (ikhlas) mengharapkan keridhaan-Nya, melainkan Allah mengampuni segala dosa mereka dan akan mengubah semua kejahatan mereka menjadi kebaikan.” (HR Imam Ahmad).

”Tidaklah suatu kaum duduk bersama-sama berzikir kepada Allahu Taala, melainkan para malaikat mengelilingi mereka, sedang rahmat meliputi mereka, dan ketenangan turun atas mereka. Dan Allah menyebut nama mereka kepada siapa saja yang ada di sisi-Nya.”

Karena itu, beruntunglah orang yang senantiasa banyak berzikir dan memohon ampunan kepada Allah. Karena, Allah menjanjikan berbagai macam pahala untuk mereka.  Allahu Akbar. ed : sya

(-)

Sumber: Republika Online
Gambar: djoen.busythumbs.com

3 thoughts on “Muhammad Arifin Ilham: Perbanyaklah Zikir

  1. Assalamualaikum,

    Mohon info, akhir tahun 2010 ini Muhammad Arifin Ilham berdzikir bersama dmana ya ? tolong di share info nya

    • Wa ‘alaikumussalaam wr wb.

      Info yg saya dapat dari halaman Facebook Ustadz Muhammad Arifin Ilham (http://fb.me/OgcEV1y0):

      INDONESIA BERZIKIR – Menuju Bangsa yang Bermartabat
      “Semoga sahabatku dg izin ALLAH diperkenankan hadir u menikmati hidangan hidayah ALLAH…amiin” sebarkan undangan dakwah ini ya sahabatku.”
      Ahad, 19 Desember 2010 (13 Muharrom 1432H)
      pk 08.00 – 11.30 WIB
      Masjid Istiqlal Jakarta

      Mudah-mudahan bermanfaat😉
      — Fariz —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s