Israel Perluas Permukiman

Sebanyak 900 unit rumah akan didirikan.

WASHINGTON — Israel kembali berulah. Kali ini ulahnya yang merencanakan pembangunan 900 unit rumah tinggal di Yerusalem Timur membuat sekutu abadinya, Amerika Serikat (AS), panas.

”Kami telah putus asa. Israel telah membuat usaha kami (untuk menggalang perdamaian) semakin sulit,” kata juru bicara Presiden AS, Robert Gibbs, di Washington, AS, Selasa (17/11) waktu setempat.

Israel, kata Gibbs, telah membuat langkah unilateral yang mendahului negosiasi dengan pihak lain (AS dan Palestina). ”Kami keberatan dengan pembangunan permukiman Yahudi di Yerusalem, termasuk pengusiran dan penghancuran rumah-rumah orang Palestina,” tambah Gibbs.

Pemerintah Inggris pun mengkritisi rencana Israel untuk memperluas permukiman di Gilo, wilayah di Yerusalem Timur, yang sampai saat ini masih dipertanyakan statusnya.

”Menteri Luar Negeri telah mengatakan dengan jelas kesepakatan yang adil adalah membuat Yerusalem sebagai ibu kota bersama. Melebarkan permukiman di wilayah jajahan di Yerusalem Timur hanya membuat kesepakatan kian sulit. Keputusan untuk melebarkan Gilo ini salah dan akan kami tentang,” demikian pernyataan dari Pemerintah Inggris.

Pernyataan AS itu langsung dibalas Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu. Gilo, katanya, merupakan bagian tak terpisahkan dari Yerusalem. ”Pembangunan di Gilo telah berlangsung selama bertahun-tahun, tidak ada perencanaan baru,” kilah Netanyahu.

”Ini prosedur rutin dari komisi pembangunan distrik. Permukiman di Gilo adalah bagian dari Yerusalem,” tambahnya. Namun, Gibbs tak menerima argumen Netanyahu karena ekspansi permukiman di Yerusalem Timur itu tidak relevan dengan usaha memulai kembali pembicaraan damai Israel dan Palestina.

Aksi Israel itu semakin membuktikan kebenaran kritik terhadap Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, tiga minggu lalu. Saat itu Clinton mengatakan penundaan Netanyahu membangun permukiman di Tepi Barat merupakan langkah positif.

Negara-negara Arab marah atas komentar Clinton karena dipandang sebagai dukungan terhadap penolakan Netanyahu untuk menghentikan pembangunan permukiman di Yerusalem Timur.

Seperti yang ditegaskan juru bicara Presiden Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rdaineh, saat mengomentari rencana Israel dan menanggapi respons AS setelahnya. Abu Rdaineh menyatakan rencana pembangunan permukiman Yahudi merupakan tantangan nyata atas usaha Obama menggalang perdamaian.

”Ini pesan kepada Presiden Obama bahwa Israel tak peduli posisi AS. Seharusnya ada tekanan nyata dari AS agar menghentikan semua tindakan Israel itu,” kata Abu Rdaineh
Presiden AS, Barack Obama, sebenarnya telah merencanakan memulai kembali pembicaraan damai Israel-Palestina. Bahkan, ini menjadi prioritas utama kebijakan luar negerinya.

Untuk mencapainya, Obama telah meminta Israel supaya menghentikan pembangunan permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Namun Israel berkeras tidak akan menyerahkan Yerusalem ke orang-orang Arab.

Mereka juga ngotot bahwa kota yang terdapat kota suci bagi tiga agama (Yahudi, Islam, dan Kristen) itu akan tetap menjadi ibu kota bagi negara Yahudi. Palestina pun berkeras meminta pembekuan pembangunan permukiman, baik di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sebagai syarat mutlak untuk memulai kembali perundingan dengan Israel.

Yerusalem dan permukiman di dalamnya adalah kunci penentu perundingan Israel-Palestina. Israel menguasai Yerusalem Timur saat perang Arab pada 1967. Namun, tak ada satu pun negara yang mengakui penguasaan itu.

Kendati begitu, Israel kukuh bahwa Yerusalem Timur adalah bagian negaranya. Mereka pun melawan segala usaha untuk melarang pembangunan di tempat itu. Netanyahu sebelumnya menawarkan penghentian pembangunan di Tepi Barat, tapi menegaskan Israel tidak akan mengalah kepada Palestina dan tak akan menegosiasikan status Yerusalem. ap/reuters, ed: nur hasan

(-)

Sumber: Republika Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s