Ba’asyir: Indonesia Harus Kirim Pasukan

Ba'asyir: Indonesia Harus Kirim Pasukan

BOGOR–Pemerintah seharusnya mengirimkan pasukan bantuan bagi Palestina, menyusul serangan Israel ke Masjid Al-Aqsa. Dengan jumlah penduduk Muslim mayoritas, negara Indonesia harusnya memimpin pergerakan bantuan bagi negara Palestina. “Indonesia harus mengirim mujahid ke Palestina,” kata KH Abu Bakar Ba’asyir dalam acara intermediate training Latihan Kepemimpinan II Tingkat Nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang diadakan di aula Kampus Analis Kimia, Kota Bogor, Ahad (1/10) malam.

Dengan negara Yahudi Israel, ujarnya, tidak cukup hanya dilakukan dengan perundingan. “Harus dengan perang,” ucapnya. Dengan perang itulah, Israel dapat disingkirkan dari negeri Palestina. Dan juga, dengan memberikan perang kepada Israel, dapat menunjukkan ketegasan negara-negara Islam terhadap kekejian yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina.

Menurut Ba’asyir, negara Indonesia harus menghimpun rakyat untuk berjihad di Palestina. “Dengan jihad, Islam akan memperoleh kemuliaan,” ucap Ba’asyir. Saat ini, Ba’asyir mengatakan, tingkat kesadaran untuk berjihad di Indonesia masih sangat rendah. Meskipun terdapat banyak organisasi masyarakat (Ormas) Islam, namun tak sedikit pun hal itu membuat negara barat menghormati Indonesia. “Kita harus mengangkat senjata. Bukan untuk membunuh, tapi untuk menakut-nakuti,” katanya. Dengan sikap menakut-nakuti tersebut, pihak barat akan memberi rasa hormat kepada bangsa Indonesia.

Selain itu, menurutnya, Islam identik dengan dua hal. Yaitu, Alquran dan pedang. “Dengan pedang atau kekuatan, Islam dapat membuat dunia yang ramatallil alamin,” ujarnya. Dia juga turut mengatakan, Nabi Muhammad SAW, tak pernah lepas dari kedua benda tersebut.

Dia juga mencontohkan Taliban dan Alqaidah yang begitu ditakuti oleh negara barat. “Begitu dahsyatnya pengaruh semangat jihad bagi umat Islam,” katanya berapi-api. Tak lupa, dia juga mengingatkan mengenai kegigihan negara Afghanistan dalam menghadapi serangan Uni Soviet.

Selain itu, menurut penjelasannya, kebudayaan barat telah menggerogoti sedikit demi sedikit tingkah laku umat Muslim di Indonesia. Dia mengatakan, bagaimana terjadinya pergeseran kebudayaan dari kebudayaan timur ke kebudayaan barat. Dia menilai, saat ini, kalangan muda menganggap budaya barat sebagai kiblat dalam kehidupan modern.

Dalam acara ini, Abu Bakar Ba’asyir turut mengajak para peserta pelatihan untuk melaksanakan sholat ghaib bagi para korban penyerangan Israel di Al-Aqsa. Dirinya berharap, dengan mengadakan sholat ghaib ini, dapat menumbuhkan rasa persaudaraan sesama muslim. [c13/taq]

Sumber: Republika Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s