Protes Perang di Afghanistan, Pejabat AS Mengundurkan Diri

Seorang pejabat AS yang mundur dari jabatannya karena merasa tidak sejalan dengan kebijakan perang berkelanjutan yang digulirkan pemerintah AS di Afghanistan. Matthew Hoh, menjadi pejabat pemerintah AS pertama yang memilih melepaskan jabatannya daripada mengikuti kebijakan perang AS di Negeri Para Mullah itu.

Surat kabar Washington Post menulis bahwa Hoh mengajukan surat pengunduran diri pada bulan September lalu sebagai pejabat senior departemen luar negeri AS yang ditempatkan di provinsi Zabul, Afghanistan. Hoh mempertanyakan alasan kehadiran militer AS di negeri itu.

“Saya sudah tidak mampu memahami dan tidak sudah tidak percaya lagi dengan tujuan kehadiran militer AS di Afghanistan. Saya ragu dan keberatan dengan strategi yang dilakukan AS sekarang dan rencana strategi AS di masa depan. Tapi pengunduran diri saya bukan atas dasar bagaimana kita melakukan perang ini, tapi mengapa dan untuk tujuan apa perang ini dilakukan,” demikian pernyataan yang ditulis Hoh dalam surat pengunduran dirinya yang disampaikan pada kepala personel departemen luar negeri AS.

Baca lebih lanjut

Zaid Shakir: Islam, Solusi untuk Menyembuhkan Penyakit Sosial

Nama Imam Zaid Shakir cukup populer di kalangan komunitas Muslim di AS. Ia bukan hanya dikenal sebagai juru dakwah, tapi juga aktif di berbagai kegiatan sosial dan aktif menulis. Mendapat sebutan “imam” adalah hal yang luar biasa bagi Shakir mengingat perjalanan panjangnya sebelum akhirnya ia mengenal Islam dan menjadi seorang Muslim.

Imam Zaid Shakir masuk Islam pada tahun 1977 ketika ia masih bertugas di dinas angkatan udara AS. Setelah itu ia melanjutkan pendidikannya dan meraih gelar BA di bidang hubungan internasional dan MA di bidang ilmu politik di AS.

Shakir pergi ke Kairo, Mesir untuk belajar bahasa Arab. Sekembalinya ke AS, ia menjadi imam di Masjid Al-Islam di New Haven Connecticut dari tahun 1988 sampai 1994. Shakir kemudian pergi ke Maroko untuk melanjutkan studinya di Universitas Abi Noor, salah satu universitas Islam bergengsi di Suriah. Di universitas ini ia memperdalam bahasa Arab, hukum Islam, studi Al-Quran dan spiritualitas.

Lulus Universitas tahun 2001, Shakir kembali ke Connecticut lalu pindah ke Hayward, California tahun 2003 untuk mengajar di Institut Zaytuna dan hingga hari ini, Zaid Shakir menjadi salah satu cendikiawan Muslim yang cukup disegani di AS.

Ditanya soal ikhwal ia menjadi seorang muslim hampir 32 tahun yang lalu, Shakir mengatakan bahwa semua bermula dari pencariannya tentang hakekat hidup yang sebenarnya. Sejak usia remaja, ia sering bertanya pada dirinya sendiri apa makna hidup sebenarnya.

Ketika itu, ia menyaksikan banyak hal negatif di lingkungannya mulai dari masalah alkohol, narkoba dan berbagai kasus sosial dan korban rumah tangga yang berantakan. Shakir memikirkan bagaimana ia bisa memberikan kontribusi untuk mengubah kondisi buruk di lingkungannya dan apa yang bisa dijadikan dasar untuk melakukan perubahan itu.

Semua pertanyaan itu sampai pada puncaknya ketika Shakir mulai mempelajari berbagai agama. Karena lahir dari keluarga Kristen dan tumbuh di lingkungan masyarakat Kristen, ia lebih dulu mempelajari ajaran Kristen lebih mendalam bahkan sampai dibaptis.

Baca lebih lanjut

Dr. Salim Segaf: “Inna lillahi …Walhamdulillah”

Tak ada persiapan khusus di rumah kediaman Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA, saat pengumuman Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Kamis malam. Rumah di komplek Pejaten Residence Kav. 12-A, Jakarta Selatan itu memang baru dihuni selama dua bulan. “Saat bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kesultanan Oman, rumah kami di kawasan Condet dijual. Lalu, kami pindah ke sini,” ujar Doktor Salim, demikian panggilan akrab Menteri Sosial RI yang baru.

Malam itu, tokoh yang tercatat sebagai Dosen Pascasarjana di Universitas Islam Negeri, Jakarta itu ditemani isterinya, Hj. Zaenab Alwi, dan mertuanya, H. Alwi Basri serta ibu. Tampak pula tiga dari lima orang anaknya: Sarah, Afaf dan Rihab. Putera sulungnya, Idrus, sedang menempuh kuliah di Madinah, sedang puteri bungsunya, Sumayyah, sudah istirahat. Kehidupan keluarga yang bersahaja tampak dari ruang tamu dan ruang keluarga yang dilengkapi peralatan seperlunya.

“Bangsa ini masih menghadapi persoalan besar yang harus kita selesaikan bersama-sama. Sebagian saudara kita juga masih banyak yang hidup kurang sejahtera. Tugas Departemen Sosial sangat berat,” ungkap cucu Pendiri Organisasi Al-Khairaat, “Guru Tua Al-Jufri” dari Palu, Sulawesi Tengah. Sebuah pesawat televisi berukuran 21 inchi terlihat kurang jelas gambarnya, karena antena ruang dalam tidak berfungsi dengan baik. Tapi, Doktor Salim tetap tenang dan ramah menyambut para tetamu dari kalangan wartawan, aktivis organisasi sosial dan lembaga swadaya masyarakat, serta kalangan birokrat.

Saat nama Dr. Salim Segaf Al-Jufri disebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada urutan ke-21, pria kelahiran Solo, 17 Juli 1954 itu mengucapkan “Inna lillahi …walhamdulillah”, dengan nada khusyuk karena sadar beratnya amanah yang akan dipikul. Lalu, Doktor Salim menghampiri kedua orang mertuanya, H. Alwi Basri, dan mencium tangan mereka. Ibu mertuanya membisikkan doa agar anak menantunya tabah dan konsisten dalam menjalankan tugas negara. Kemudian, Hajjah Zaenab mencium tangan suaminya, dan kepada wartawan menyatakan “Saya siap mendukung tugas suami secara moral dan spiritual.” Ketiga puterinya juga mencium tangan orangtuanya dan memberi semangat.

Baca lebih lanjut

Gerakan Liberal Perlu Disikapi

NU tak ada kaitan dengan Jaringan Islam Liberal.

KEDIRI — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi, menyatakan, liberalisasi pemahaman melahirkan gerakan yang ekstrem. ”Gerakan liberalisme dan ekstremisme di Indonesia perlu disikapi,” katanya di Kediri, Jawa Timur, Ahad (18/10).

Baca lebih lanjut

Qory Sandioriva, Putri Indonesia, dan Kontroversi Jilbab Yang Dilepas

Inilah sebagian hal yang senantiasa terjadi di Indonesia kita tercinta ini sebagai negara Muslim terbesar di dunia. Bahwa sebagian (besar) dari kita mungkin tak pernah menganggap bahwa perintah agama bisa diabaikan untuk kepentingan dunia yang tertentu. Bahkan sangat jauh dari Islam. Inilah sebuah potret jelas dari generasi muda kita.

Pemilihan Putri Indonesia 2009 sudah selesai. Dan Qory Sandioriva terpilih menjadi Putri Indonesia tahun ini. Siapa Qory Sandioriva? Qory, 18 tahun, berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam. Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2003, pada ajang ini, peserta dari NAD selalu mengenakan jilbab. Nah, kali ini, Qory tidak. Apa yang salah?

Baca lebih lanjut

‘Bukan Asal Rajam dan Potong Tangan’

LAPORAN UTAMA

Di Arab Saudi, tidak ada satu orang pun yang dihukum rajam sampai mati dalam 10 tahun terakhir ini.

Tak sedikit kalangan yang alergi dengan hukum Islam. Sebagian kalangan menuduh hukum Islam  yang memberlakukan rajam (melempar orang yang berzina hingga wafat) serta potong tangan bagi pencuri dan koruptor sangat kejam dan melanggar hak azasi manusia (HAM).

Pandangan seperti itu, sesungguhnya tak berdasar. Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Aly, mengungkapkan, pemerintah berkewajiban untuk menegakkan syariat Islam guna mencegah masyarakatnya untuk tidak melakukan kejahatan atau pelanggaran hukum, misalnya terkait dengan perzinaan, pencurian, korupsi, perjudian dan pembunuhan.

“Hukum Jinayat yang mengatur tentang masalah rajam bagi pezina yang telah menikah itu sebagai bentuk pencegahan agar setiap orang tidak melakukan perbuatan zina,”  tutur Tgk Faisal.  Pimpinan pondok pesantren di Sibreh Aceh itu, mengungkapkan, hukuman rajam kepada pezina tak dijatuhkan begitu saja, namun  diatur dalam Hukum Acara Jinayat.

“Artinya, dalam Hukum Acara Jinayat itu ada aturan jika seseorang bisa dituduh telah berzina, misalnya harus ada empat saksi yakni orang yang adil,” katanya menambahkan. Karena itu , Tgk Faisal  minta pihak-pihak yang menolak terbitnya Qanun Hukum Jinayat dan Hukum Acara Jinayat agar mempolemikkan masalah tersebut, termasuk upaya menakut-nakuti masyarakat.

Baca lebih lanjut

Harus Ada Kampanye Dunia Terbesar Mendukung Korban Gaza

Gaza – Infopalestina: Jamal Hidri, aleg dan ketua Komite Rakyat Anti Blokade Gaza meminta kepada mayarakat dunia untuk menggelar aksi dukung terbesar mendukung korban agresi Israel di Gaza terutama mendekati musim dingin.

Tujuan aksi itu adalah dalam rangka menekan Israel membuka perlintasan-perlintasan Jalur Gaza dan membebaskan blockade yang sudah berlangsung sejak tiga tahun dan memberikan kesempatan masuknya barang ke sana untuk rekontruksi Jalur Gaza.

Dalam pernyataan tertulisnya yang salinannya diterima oleh Infopalestina kemarin Rabu (14/10) Hidri menegaskan bahwa blockade Israel sampai kini masih berlangsung terhadap Jalur Gaza sehingga menghancurkan ekonomi Palestina dan melumpuhkan pembangunan di sana.

Ia menegaskan bahwa sejak agresi berlangsung tidak satu rumahpun yang dihancurkan Israel di Jalur Gaza dibangun kembali atau bahkan renovasi karena tidak ada bahan bangunan.

Hidri menegaskan bahwa kasus ini adalah manusiawi (bukan politis) yang harus segera diselesaikan. Apalagi laporan Goldstone menyerukan jelas agar membuka perlintasan dan mempercepat pemulihan Gaza.

Baca lebih lanjut