Tina Styliandou: Saya Dididik Untuk Membenci Islam

Tina Styliandou, seorang perempuan Yunani yang sejak kecil hidup di lingkungan kelurga yang membenci Islam. Bahkan ia mendapatkan pendidikan yang memdoktrin orang untuk membenci Islam. Tapi hidayah Allah Swt menjauhkan hati Tina dari perasaan benci itu dan Tina malah menjadi seorang Muslim.

Menurut Tina, kebencian terhadap Muslim dalam lingkungan keluarganya berakar dari sejarah masa lalu. Ayah Tina dan keluarganya menghabiskan hampir sebagian besar hidupnya di Istanbul, Turki. Mereka adalah keluarga penganut Kristen Ortodoks, berpendidikan dan kaya. Seperti umumnya penganut Kristen Ortodoks yang tinggal di negeri-negeri Muslim, mereka sangat memegang teguh ajaran agamanya.

Baca lebih lanjut

Aurat, Teladan, dan Liberal

Assalamualaikum wr.wb.

Pak sewaktu lebaran kemarin saya lihat acara lebaran bersama keluarga Shihab, disana ditampilkan 3 narasumber, yaitu Alwi Shihab, Umar Shihab dan Quraish Shihab. Dibawakan oleh dua presenter yaitu Prabu Revolusi dan Najwa Shihab.

Namun ada satu penyataan dari Pak Quraish yang kurang mengena, ketika seorang ibu berjilbab menanyakan tentang kewajiban menutup aurat muslimah di keluarga Shihab.Najwa pun tersipu malu karena ia merasa tidak berjilbab,bahkan sebagian besar perempuan muda keluarga shihab tidak berjilbab. Si ibu yang memang niat bertanya dibuat bingung dengan pertanyaan balik Pak Quraish tentang jilbab yang dikenakannya. Bahwa itu pun belum cukup. dan masih ada  pertentangan pendapat mengenai aurat wanita. Dan diambilah kesimpulan bahwa asalkan sopan(tanpa jilbab) itu sudah menutup aurat.

yang ingin saya tenyakan:

1. Benarkah jawaban yang diutarakan pak Quraish bahwa masih ada pertentangan mengenai aurat wanita.

2. Siapa sebenarnya keluarga Shihab.Bolehkah kita meneladaninya?

3.Apakah islam moderat identik dengan islam liberal?

akhi
Baca lebih lanjut

Rosalyn Rushbrook, Menemukan Kebenaran Islam Dalam Al-Kitab

Dia mendapati ajaran agama terdahulu telah banyak menyimpang, terutama yang berkaitan dengan konsep ketuhanan.

Ia mendapat ijazah di bidang Teologi Kristen. Namun, pengetahuan Kristennya yang begitu mendalam, menjadikan perempuan paruh baya ini mencintai Islam. Rushbrook yang berganti nama Ruqaiyyah Waris Maqsood setelah memeluk Islam, merupakan salah satu penulis buku-buku Islam paling produktif. Puluhan buku berkenaan dengan Islam telah ditulis oleh perempuan kelahiran London, Inggris, tahun 1942 ini. Buku-bukunya termasuk best seller dan menjadi referensi serta rujukan di berbagai negara.

Jauh sebelum berpaling ke Islam, Ruqaiyyah lahir dan dibesarkan dalam lingkungan Kristen Protestan. Nama asalnya ialah Rosalyn Rushbrook. Dia memperoleh ijazah dalam bidang Teologi Kristen dari Universitas Hull, Inggris, tahun 1963, dan master bidang pendidikan dari tempat yang sama pada tahun 1964. Selama hampir 32 tahun, dia mengelola program studi ilmu-ilmu keagamaan di berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Inggris. Dia juga sempat menjabat sebagai kepala Studi Agama di William Gee High School, Hull, Inggris.

Pengetahuan Kristennya yang begitu mendalam, membuatnya menulis beberapa buah buku tentang Kristen. Namun, siapa yang bisa menyangka jika pengetahuannya yang begitu mendalam tentang Kristen pulalah yang menyadarkannya. Dia mendapati ajaran Kristen yang diyakininya selama ini telah banyak menyimpang, terutama yang berkaitan dengan konsep ketuhanan.

Baca lebih lanjut