Terobosan-Terobosan dalam Beribadah

Sebagaimana telah kita ketahui bersama, yang namanya pensiunan adalah mereka yang sebagian besar usianya sudah mulai udzur. Saya katakan sebagian besar, karena ada juga di antara para pensiunan yang dulunya mengambil pensiun dini, sehingga masih berusia relatif muda pada masa pensiunnya. Dalam Hadist Riwayat Tirmidzi, Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Umur ummatku (rata-rata) antara 60 tahun sampai 70 tahun”. Namun berapapun umur kita para pensiunan ini, kita tidak tahu berapakah jatah umur kita yang sebenarnya. Marilah kita mencoba bertanya pada diri kita sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Berapakah umur kita yang telah ditetapkan oleh Allah SWT ketika kita masih di dalam rahim ibu dalam usia 120 hari?
  • Sudah siapkah kita menghadapi kematian yang kita tidak tahu kapan datangnya?
  • Sudah cukupkah bekal yang akan kita bawa untuk mempertanggungjawabkan kehidupan kita yang singkat ini?

Mengingat kematian itu datangnya selalu tiba-tiba, marilah mulai sekarang kita berusaha untuk menambah bekal yang akan kita bawa pada perjalanan kita menuju akhirat nanti, dengan amalan-amalan yang diridloi oleh Allah SWT.

Kita diwajibkan untuk mengerjakan segala perintah Allah hanya sebatas kemampuan kita saja. Kita tidak harus memaksakan diri untuk beribadah kepada Allah di luar kemampuan kita, berdasarkan firman Allah SWT dalam Al Qur-an surah Al Baqoroh (2) ayat 286: “Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa” yang artinya “Allah tidak akan membebani seseorang kecuali atas kemampuannya”. Namun demikian, kita wajib terus berusaha untuk meningkatkan amal ibadah kita agar timbangan amal kebaikan kita menjadi lebih banyak daripada amal keburukan kita, sehingga kita terhindar dari api neraka. Marilah kita ingat kembali bagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur-an surah Al Qori’at (101) ayat 6-11: “Fa ammaa man tsaqulat mawaaziinuhuu fahuwa fii ‘iisyatin roodliyah. Wa ammaa man khoffat mawaaziinuhuu faummuhuu haawiyah. Wamaa adrooka maa hiyah. Naarun ‘Haamiyah”, yang artinya “Maka adapun orang yang berat timbangan amal kebaikannya maka dia di dalam keridloan/kesenangan. Dan adapun orang yang ringan timbangan amal kebaikannya maka tempat tinggalnya dalam haawiyah. Tahukah kamu apakah itu? Yaitu api yang panas menyala”.

Agar kita terhindar dari api neraka haawiyah, marilah kita berusaha menggapai rahmat Allah SWT dengan meningkatkan tambahan amal kebaikan. Mengingat sisa usia kita yang pensiunan ini tidak cukup banyak untuk mempersiapkan diri, serta kekuatan kita sudah terbatas dengan segala macam “gangguan” antara lain kesehatan, kerepotan mengurus cucu, dan banyaknya kegiatan sosial lainnya, marilah kita mencari terobosan-terobosan dalam beribadah yang sesuai dengan tuntunan Allah dan RasulNya, agar kita dapat memaksimalkan sisa umur ini.

Terobosan-terobosan tersebut dapat kita usahakan antara lain sebagai berikut:

  1. Semua kegiatan sehari-hari hendaknya diniatkan untuk ikhlas ibadah kepada Allah;
    dengan cara memulai setiap kegiatan dengan membaca do’a, misalnya do’a ketika akan tidur, do’a ketika bangun tidur, do’a akan pergi ke luar rumah, do’a ketika akan masuk rumah, do’a ketika akan masuk kamar mandi/setelah keluar dari kamar mandi, dsb. Minimal kita ucapkan “Bismillaahir rohmaanir roohiim”.
    Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al Qur-an surah Adz Dzariyat (51) ayat 56: “Wa maa kholaqtul jinna wal insa illaa liya’buduun”, yang artinya “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu.”. Dan surah Al Bayyinah (98) ayat 5: “Wamaa umiruu illaa liya’budullooha mukhlishiina lahud diina ‘hunafaa'” artinya “Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali agar mereka beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan baginya agama yang lurus”
  2. Merespons tawaran-tawaran yang “diiklankan” oleh Allah dan RasulNya;
    sebagaimana firman Allah dalam surah Al Furqon (25) ayat 73: “Walladziina idzaa dzukkiruu bi aayaati robbihim lam yakhirruu ‘alaihaa shumman wa ‘umyaanaa”, artinya “Dan orang-orang yang bila mereka diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak menghadapinya seperti orang yang tuli dan buta”.
    Pesan-pesan Rasulullah antara lain adalah sebagai berikut:

    • Shalat shubuh dan isya’ berjama’ah di masjid;
      sebagaimana hadist Rasulullah yaitu: “Barangsiapa sholat ‘isya berjama’ah (di masjid) maka seolah-olah ia sholat separoh malam, dan barangsiapa sholat subuh (di masjid) maka seolah-olah ia sholat sepanjang malam (Hadist Riwayat Muslim).
    • Berdzikir kalimah thoyyibah “Subhaanallaahi wabihamdihi subhaanallaahil ‘adzhiim”;
      sebagaimana hadist Rasulullah saw yang artinya: “Dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan, dan dicintai oleh yang Maha Penyayang yaitu Subhaanallaahi wabihamdihi subhaanallaahil ‘adzhiim” (Hadist Riwayat Muslim).
    • Melakukan amalan yang pahalanya senantiasa mengalir;
      walaupun kita sudah tidak dapat melakukan amal ibadah lagi atau dengan kata lain kita sudah meninggal. Amalan tersebut dapat dilakukan a.l. dengan merintis kebaikan sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah R.A. bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa mengajak pada kebaikan, maka dia mendapat pahala sejumlah yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun; dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan, maka dia mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” (Hadist Riwayat Muslim).
  3. Memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT;
    Adapun faidah-faidah istighfar yaitu:

    • Dengan beristighfar akan diampuni dosa-dosa kita;
      sebagaimana firman Allah dalam surah Az Zumar (39) ayat 53 yang artinya: “Katakanlah: Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas sehingga merugikan diri-diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
    • Dengan beristighfar akan dihilangkan segala kesusahan dan diberi rizki oleh Allah SWT;
      sebagaimana hadist Rasulullah saw yaitu: “Barangsiapa yang membiasakan dirinya beristighfar kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari segala kesulitan, menghilangkan segala kesusahan, dan akan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (‘Aunul Ma’bud Syarah Abu Daud IV:381:1504).
    • Dalam Hadist Riwayat Ibnu Majah, Rasulullah saw bersabda: “Berbahagialah bagi siapa yang mendapatkan di dalam lembar amalannya istighfar yang banyak”.
  4. Beribadah pada saat Lailatul Qodar.
    Berdasarkan firman Allah SWT dalam Al Qur-an surah Al Qodar (97) ayat 3: “Lailatul Qodri khoirun min alfi syahrin” yang artinya: “Malam kemuliaan (malam qodar/lailatul qodar) itu lebih baik daripada seribu bulan”. Maksudnya adalah bahwa beribadah pada malam itu pahalanya lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan (lebih dari 83 tahun). Sedangkan umur yang kita gunakan untuk beribadah kepada Allah tidaklah mungkin dapat mencapainya. Untuk itu mari kita manfaatkan bulan Ramadlan untuk beribadah secara maksimal.
  5. Dan masih banyak lagi amalan yang lainnya.

Demikian sedikit yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan di antara yang sedikit itu kita bisa mengamalkannya. Tujuan kita adalah agar dapat meningkatkan timbangan amal kebaikan untuk mencari keridloan dan rahmat Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua terhindar dari api neraka dan memperoleh surgaNya. Allaahumma aamiin.

Wallaahu a’lam bish showaab.

NY. SITI ROCHMAH

PP Bank Exim Cabang Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s