dakwatuna.com – Gaza, Penderitaan tidak menghalangi warga Jalur Gaza untuk ikut menyatakan solidaritas mereka dengan korban gempa di Haiti. Sebagai wujudnya mereka meluncurkan program penggalangan dana untuk korban gempa di Haiti. Ketua “Komite Rakyat Anti Blokade Gaza” Jamal al Khudri hari ini mengumukan peluncuran kampanye penggalangan “Dana Sukarela Gempa Haiti” di kantor Palang Merah hari ini, Senin (18/1).
Khudri mengatakan, “Rakyat Palestina menyadari besarnya tragedi yang menimpa orang-orang Haiti; karena rakyat Palestina selama puluhan tahun telah mengalami berbagai bentuk kejahatan, mulai dari agresi, blokade dan penutupan.”
Dia menambahkan bahwa “Inisiatif ini sebagai ungkapan perasaan solidaritas kemanusiaan dari warga Gaza yang telah menderita akibat kematian, kehancuran, diusir dari rumah-rumah mereka, tinggal di tenda-tenda pengungsi, kehilangan orang-orang yang disayangnya dan merasakan perihnya luka.”
Jika kita perhatikan sekarang ini, waktu shalat Shubuh kita di beberapa bagian—terutama di bagian Barat Indonesia, jatuh sekitar jam 04.00 pagi. Ini mungkin baru terjadi dalam kurun waktu yang lama sekali. Sebelumnya, selama bertahun-tahun, kita melaksanakan Shalat Shubuh pada jam 05.00 kurang atau paling tidak, pukul 04.30 pagi. Mengapa?
Padang – Banyak pihak menyesalkan sikap Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menerima bantuan obat-obatan Israel untuk korban gempa Sumatera Barat. Tak kecuali Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar juga sejumlah ormas Islam lainnya di Ranah Minang itu.