Krisis multidemensi di Indonesia ini diakibat adanya kris keteladanan. Demikian ujar pengamat ekonomi Syariah, Dr. Syafii Antonio Hidayatullah.com– Umat Islam masih banyak yang mengkerangkeng Islam di masjid. Menjadikannya sebagai ritual keagamaan semata. Maulid Nabi, barzanji, tahililan, serta ritual lainnya diadakan secara besar-besaran dan masif. Sedangkan nilai universalitas Islam tidak pernah dibawa ke ranah luar, seperti [...]
Arsip untuk Maret, 2009
Syafi’i Antonio: Meneladani Rosul, Kunci Sukses Keluar Krisis
Diposkan dalam Indonesia Kita, Label Ekonomi Islam, Entrepreneurship, Syafii Antonio, YDSF pada 30/03/2009 | 2 Komentar »
Awas Penyebaran Diktat Bodong (2)
Diposkan dalam Indonesia Kita, Label Pemurtadan, Tim Fakta pada 24/03/2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Setelah membeberkan ringkasan isi dari diktat berjudul Menelusuri Jejak–Jejak Komunis dalam Pergerakan Islam, pada tulisan kedua ini akan dijelaskan beberapa alasan kenapa diktat ini disebut ”bodong”. Pertama, diktat ini sangat jauh dari nilai-nilai Islam, terlebih jika dinisbatkan pada tokoh nasional berpredikat “kiai haji”. Orang yang berpredikat seperti ini, tak mungkin menuduh ibadah haji sebagai bukti [...]
Awas Penyebaran Diktat Bodong (1)
Diposkan dalam Indonesia Kita, Label Pemurtadan, Tim Fakta pada 24/03/2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Beberapa pekan terakhir di bulan Maret 2009 ini, Tim Fakta menerima laporan bahwa telah beredar diktat berjudul Menelusuri Jejak–Jejak Komunis dalam Pergerakan Islam. Diktat berjilid spiral ini berisi kliping berita, artikel media cetak serta komentar penyusun pada tiap kliping yang umumnya menyudutkan Islam. Rupanya, sang penyusun–yang mengaburkan identitasnya–ini mengirimkan diktat karyanya pada tokoh-tokoh penting di [...]
Napoleon Bonaparte Seorang Muslim
Diposkan dalam Internasional, Label Muallaf, Napoleon Bonaparte, Sirikit Syah pada 23/03/2009 | 3 Komentar »
Kita sudah banyak mendengar atau membaca tentang nama-nama besar yang menjadi Muslim; mulai dari Laksamana Cheng Ho dari China hingga penyanyi Cat Stevens dari Inggris, yang menjadi Yusuf Islam. Baru-baru ini kita juga mendengar Michael Jackson menjadi Muslim. Di dunia olah raga, diawali petinju Mohammad Ali, disusul Mike Tyson; dan kini para atlet sepak bola [...]
Bentengi Pesantren dari Bahaya Sepilis! (2)
Diposkan dalam Indonesia Kita, Label Adian Husaini, IAIN, JIL, Liberalisme, Pesantren, Sekulerisme pada 21/03/2009 | 4 Komentar »
BKsPPI Tolak Buku Liberal.Inilah tragedi keilmuan di lembaga pendidikan Islam, khususnya di pesantren.Oleh: Adhes Satria Jakarta- Menurut Adian Husaini saat menyampaikan makalahnya yang berjudul “Bahaya Liberalisasi Pendidikan Islam”, banyak yang tidak menyadari, bahwa sejak beberapa puluh tahun lalu, telah dilakukan proses liberalisasi pendidikan Islam secara sistematis melalui sistem perubahan metode studi Islam di Perguruan Tinggi [...]
Bentengi Pesantren dari Bahaya Sepilis! (1)
Diposkan dalam Indonesia Kita, Label Adian Husaini, JIL, Komaruddin Hidayat, Liberalisme, Nurcholish Madjid, Paramadina, Pesantren pada 21/03/2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Waspadai LSM berkedok Islam. Ada LSM lokal dengan dana asing yang sangat aktif menyebarkan paham Pluralisme Agama dan kesetaraan gender di pondok-pondok pesantren Oleh: Adhes Satria Jakarta- Bahaya tengah mengancam pesantren dan perguruan tinggi Islam. Bak virus mematikan, Sekularisme, Pluralisme dan Liberalismei menyusup ke dalam tubuh pesantren dengan dalih pencerahan dan peningkatan wawasan keagamaan, budaya [...]
Propaganda ”Lintas Agama” yang Kian Canggih
Diposkan dalam Indonesia Kita, Label Adian Husaini, Huntington, Liberalisme, Pluralisme Agama, UGM pada 10/03/2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Usaha propaganda paham liberal makin canggih. Termasuk aktivitas pusat kegiatan penyebaran pahamnya di kampus UGM. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-258 Oleh: Adian Husaini Huntington tampaknya tidak bohong dalam hal yang satu ini. Bahwa, setelah peristiwa 11 September 2001, AS sangat serius dalam ”menggarap” Islam. Dalam bukunya, Who Are We?: The Challenges to [...]
