Oleh: Tri Susio R.

Pake baju apa ya hari ini? Begitu kira-kira yang terlintas otomatis di pikiran kita setiap hari. Lintasan pertanyaan seperti itu mungkin bukan hanya bagi mereka yang mementingkan penampilan saja, bagi yang sembrono sekalipun. Perbedaannya hanya pada pilihan yang dibuat. Yang dandy akan selalu tampil rapi, matching, dengan padu padan yang pas dan sempurna. Sedang yang lain mungkin tidak terlalu peduli.
Pakaian, sedikit banyak akan menggambarkan identitas pemakainya. Seperti apa seseorang akan nampak tercermin dari pakaian yang melekat di tubuhnya meski tidak mewakili keseluruhan. Namun itulah yang akan dinilai pertama kali oleh orang yang melihat. Terlebih lagi untuk seorang muslimah. Memilih baju tentu bukan sekedar yang disuka. Ada norma kepantasan mutlak yang dituntunkan, langsung dari langit.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Akhlaq, Budaya, Fiqih, Muhasabah, Muslimah | Bertanda Aurat, Jilbab, Kampus, Kerudung, Muslimah, Pemikiran | Tinggalkan sebuah Komentar »
Kitab Tafsir Jalalain merupakan karangan Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuthi; itulah mengapa ia dinamakan Jalalain, yang artinya “dua Jalal“.
Bagi Anda yang menghendaki kitab tersebut dalam bentuk file/softcopy, Anda dapat dengan mudah mencarinya di Internet. Kitab aslinya (berbahasa Arab) dapat diunduh di sini: Lanjut Baca »
Ditulis dalam Download, Kitab, Tafsir | Bertanda Download, Imam Jalaluddin Al-Mahalli, Imam Jalaluddin As-Suyuthi, Jalalain, Kitab, Tafsir | Tinggalkan sebuah Komentar »
Pernah nggak, merasa iri pada seseorang..?
Semacam inikah?
“Duh, ngiri banget deh sama dia.. Udah tajir, gaul, cakep, IPK kumlot, seleb kampus, berkharisma lagi, banyak temennya, banyak fansnya, banyak pacarnya..“
Ups!
Ngiri itu sebenarnya boleh kok, TETAPI hanya untuk dua perkara saja, Saudara-saudara.. Dua aja, nggak lebih
Apa sajakah dua perkara itu? Iri yang diperbolehkan adalah:
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Muhasabah | Bertanda Abdullah bin Mas'ud, Dengki, Hadits, Hasad, Iri, Muhammad, Nabi Muhammad SAW, Ngiri, Penyakit hati, Rasulullah | Tinggalkan sebuah Komentar »
A: “Apa target hidupmu?”
B: “Hidup sukses.”
A: “Upayamu apa?”
B: “Belajar giat, bekerja keras, investasi.”
A: “O, pengen sukses di dunia doang? Utk akhiratnya?”
*jleb*
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Muhasabah | Bertanda Jujur, Muhasabah, Niat, Ridlo Allah, Sukses | 2 Komentar »
“إِنْشَاءَ اللّه”
“insyaAllah“..
Seringkah Anda mengucapkannya? Apa yang Anda maksudkan setiap kali mengucapkannya? Terkadang, “insyaAllah” digunakan untuk menyatakan ketidakpastian kita terhadap suatu janji.. Terkadang pula, “insyaAllah” diucapkan untuk mengelak, padahal saat itu di benak terlintas kepastian untuk tidak hadir.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Muhasabah, Tips | Bertanda Bahasa Arab, Dzikir, insyaa-allaah, Janji | 2 Komentar »
Berikut adalah beberapa amalan yang disunnahkan pada saat puasa.
1. Percepat berbuka begitu waktu adzan Maghrib sudah masuk
Rasulullah SAW bersabda: “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
[HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098, dari Sahl bin Sa’ad. Hadits shohih].
Bagaimana dengan seorang Mu’adzin yang harus mengumandangkan adzan Maghrib? Hendaknya mu’adzin tersebut mengumandangkan adzan terlebih dahulu, untuk menyampaikan kepada orang-orang Mukmin bahwa waktu Maghrib telah tiba. Setelah selesai adzan, baru ia turut berbuka.
Ditulis dalam Fiqih, Tips | Bertanda Hadis, Hadith, Hadits, Muhammad, Puasa, Ramadan, Ramadhan, Romadhon, Romadlon, Sunnah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Sebenarnya, resep-resep dan kiat-kiat antigalau sudah Allah tunjukkan kepada kita, antara lain di dalam Kitab Al Qur-an. Salah satu ayat yang menunjukkannya adalah ayat ke-58 dari surah Al-Furqoon (25) ;)
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ ۚ وَكَفَىٰ بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا ~ ٢٥:٥٨
“Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal), Yang Tidak Mati, dan bertasbihlah dengan memujiNya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hambaNya.” [Q.S. 25: 58]
Di dalam ayat tersebut tertuang kiat-kiat antigalau untuk kita, agar kita tidak terlalu bersedih..
Berikut adalah Kiat-kiat Antigalau:
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Muhasabah | Bertanda Al-Quran, Dzikir, Galau, Tahmid, Tasbih, Tawakkal | Tinggalkan sebuah Komentar »
عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلىَ البِرِّ وَإِنَّ البرَّ يَهْدِيْ إِلىَ الجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتىَّ يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِيْقاً وَإِيَّاكُمْ وَالكَذِبَ فَإِنَّ الكَذِبَ يَهِدِى إِلىَ الفُجُوْرِ وَإِنَّ الفُجُوْرَ يَهْدِي إِلىَ النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيتَحَرَّى الكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كذاباً رواه مسلم .
Abdullah bin Mas’ud berkata: “Bersabda Rasulullah: Kalian harus jujur, karena sesungguhnya jujur itu menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkan kepada jannah. Seseorang senantiasa jujur dan berusaha untuk jujur sehingga ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan kalian jauhilah dusta, karena sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada keburukan, dan keburukan itu menunjukkan kepada neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan berusaha untuk berdusta sehingga ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”
(Hadits Riwayat Muslim) ~ Shohih Muslim; hadits no. 6586.
Perowi
Dia adalah Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud, salah seorang Assabiquun Al-awwaluun (golongan yang pertama-tama masuk Islam), termasuk kalangan sahabat utama dan ahli fiqih, hafal dari Rasulullah SAW 70 surah. Meninggal di Madinah tahun 32 H dalam usia 60 tahun.
Makna umum
Dalam hadits ini terkandung isyarat, bahwa siapa yang berusaha untuk jujur dalam perkataan, maka akan menjadi karakternya; dan barangsiapa sengaja berdusta dan berusaha untuk dusta, maka dusta menjadi karakternya. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Akhlaq, Muhasabah | Bertanda Abdullah bin Mas’ud, Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud, Akhlaq, Assabiquun Al-awwaluun, Dusta, Jujur, Muhasabah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Assalamualaikum Wr Wb
Ustaz, apakah benar tafsir kata ‘jahiliah’ adalah kebodohan. Apakah sudah ada istilah jahiliah pada zaman jahiliah dahulu. Mohon jelaskan pula contoh-contoh jahiliah menurut Alquran. Terima kasih.
Fatih, Surabaya
Wa alaikumussalam Wr Wb
Terminologi ‘jahiliah’ muncul di dunia setelah periode Islam. Alquranlah yang memunculkan istilah ini. Karena itu, tak satu pun kamus bahasa yang mengangkat istilah jahiliah pada periode pra-Islam. Istilah jahiliah dalam Alquran kemudian dipopulerkan oleh Nabi SAW, seperti ungkapan beliau kepada sahabat Abu Dzar: “Sungguh masih ada dalam dirimu unsur kejahiliahan.”
Perkataan Rasulullah itu diriwayatkan Imam Muslim dari Abdurrahman bin Suweid, berkenaan dengan nasihat Rasulullah kepada Abu Dzar agar memperlakukan budaknya bukan dengan cara-cara jahiliah. Syariat islam yang dipesankan Rasulullah adalah memerintahkan Abu Dzar agar memberi makanan dan pakaian para budak seperti yang dimakan dan dipakai oleh majikan, juga larangan membebani mereka di luar batas kemampuan. Dianjurkan pula menolong dan meringankan beban pekerjaan mereka.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Konsultasi | Bertanda Abu Dzar, Al-Quran, Bachtiar Nasir, Jahiliyah, Konsultasi, Konsultasi Agama, Rasulullah SAW, Republika | 1 Komentar »
Oleh: Moeflich Hasbullah
Umar bin Khattab (581-644) adalah khalifah yang telah membentangkan pengaruh Islam di sejumlah wilayah yang berada di luar Arab Saudi. Di masanya, Mesopotamia, sebagian Persia, Mesir, Palestina, Suriah, Afrika Utara, dan Armenia, jatuh ke dalam kekuasaan Islam.
Kekuatan sebagai pemimpin sangat luar biasa, hadir berkat tempaan sang pemimpin agung, Muhammad Rasulullah SAW. Namun, di balik kesuksesannnya sebagai pemimpin negara, Umar tetaplah seorang pribadi yang sangat sederhana.
Suatu hari, anak laki-laki Umar bin Khattab pulang sambil menangis. Sebabnya, anak sang khalifah itu selalu diejek temantemannya karena bajunya jelek dan robek. Umar lalu menghiburnya. Berganti hari, ejekan teman-temannya itu terjadi lagi, dan sang anak pun pulang dengan menangis.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Akhlaq, Muhasabah | Bertanda Akhlaq, Hikmah, Khalifah, Miskin, Muhasabah, Republika, Umar Bin Khattab | Tinggalkan sebuah Komentar »
Tulisan Sebelumnya »